Fadli Zon Berharap Seniman Pasifik Jadi Duta Budaya Indonesia
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Ilustrasi video hasil rekayasa AI yang mencatut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Anisatul Umah-Harian Jogja. \r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang mencatut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pemda DIY memastikan video yang beredar tersebut bukan pernyataan resmi Gubernur DIY.
Video itu diketahui beredar melalui aplikasi WhatsApp dan diduga mengarah pada modus penipuan dengan memanfaatkan kemiripan wajah dan suara hasil rekayasa AI. Masyarakat diminta memastikan sumber informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengatakan penelusuran dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari GKR Condrokirono terkait beredarnya video tersebut. Humas Pemda DIY kemudian diminta memastikan apakah video itu merupakan produk resmi pemerintah sekaligus menelusuri dugaan penggunaan teknologi AI.
"Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa video tersebut bukan berasal dari dokumentasi Humas Pemda DIY. Dari isi maupun cara penyampaiannya, kami memastikan itu merupakan video hasil rekayasa menggunakan AI," ujar Ditya di Kantor Humas Pemda DIY, Gedhong Baleworo, Kompleks Kepatihan, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan isi video menjadi salah satu indikator kuat bahwa rekaman tersebut bukan pernyataan asli Gubernur DIY. Dalam video itu terdapat narasi yang menyentuh ranah pribadi seseorang, sesuatu yang selama ini tidak pernah disampaikan Gubernur dalam komunikasi resmi maupun wawancara.
"Selama kami mendampingi kegiatan kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang masuk ke ranah pribadi seseorang seperti yang tergambar dalam video tersebut. Karena itu kami dapat memastikan bahwa konten tersebut bukan pernyataan beliau," katanya.
Ditya menuturkan, video palsu tersebut tidak disebarkan melalui akun media sosial resmi Pemda DIY maupun kanal resmi lainnya. Narasi yang dibangun dalam video juga mengarah pada dugaan penipuan.
Menurutnya, dalam video tersebut Gubernur DIY seolah-olah mengarahkan seseorang untuk melakukan pembayaran suatu barang sebelum barang tersebut dikirim. Bahkan, di dalam video itu juga disebut nama seseorang.
"Hal seperti ini tentu tidak mungkin disampaikan oleh Ngarsa Dalem," jelasnya.
Atas temuan tersebut, Pemda DIY saat ini lebih memprioritaskan edukasi kepada masyarakat mengenai penyalahgunaan teknologi AI. Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai video yang mengatasnamakan pemerintah maupun pejabat publik, terlebih jika memuat ajakan atau pernyataan yang tidak pernah disampaikan melalui kanal resmi.
"Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membuat konten yang tampak meyakinkan. Karena itu, setiap menerima video atau informasi yang mengatasnamakan Pemda DIY maupun Gubernur, pastikan terlebih dahulu sumbernya sebelum mempercayai atau menyebarkannya," paparnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini Pemda DIY belum membahas langkah hukum terkait temuan tersebut. Fokus utama yang dilakukan saat ini adalah meningkatkan literasi digital masyarakat agar semakin mampu mengenali dan mengantisipasi penyalahgunaan teknologi AI yang berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan maupun penyebaran informasi palsu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjatuhkan sanksi administratif terhadap 32 konsesi kehutanan seluas 1,93 juta hektare terkait penanganan karhutla.
Bagi sebagian pengendara, perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana menikmati setiap momennya dengan nyaman.
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
Magelang dan DIY menggelar Sarasehan Muhibah Budaya 2026 untuk memperkuat edukasi sejarah Mataram dan pelestarian cagar budaya.