Advertisement
Ini yang Jadi Topik Pembahasan saat Syawalan Keluarga Penyintas Kanker Gunungkidul
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anda menderita kanker? Jangan malu dan takut untuk berobat. Tak bisa dipungkiri, saat ini banyak penderita kanker yang malu minder dalam memeriksakan penyakitnya. Pemeriksaan medis memungkinkan penyakit itu tidak kian mengganas.
Hal itulah yang disampaikan pendiri Keluarga Penyintas Kanker Gunungkidul (KPKD), Ngadiyono. Ditemui setelah syawalan antarpenyintas kanker Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Minggu (1/7/2018), dia mengajak penyintas kanker agar tidak malu dan minder, sehingga mudah dalam penanganan penyakit tersebut.
Advertisement
Sebab lanjutnya sifat keterbukaan para penyintas akan memudahkan tim medis dalam penanganan penyakit tersebut. Ngadiyono menambahkan jika berjuang sendiri bagi tiap penyintas kanker adalah hal yang berat. Atas hal itu perlu adanya wadah kominitas yang bisa berjibaku bersama meningkatkan semangat para penyintas. “Saat ini, ada 26 orang penderita kanker yang tergabung dalam komunitas tersebut. Sebanyak 14 di antaranya anak-anak,” ucap dia.
Pembina KPKG, Desiyanti menambahkan adanya komunitas ini diharapkan bisa memberikan semangat dalam perjuangan melawan kanker. Desi sendiri memiliki penyakit kanker tulang yang diidap sejak beberapa tahun terakhir sehingga memaksanya menggunakan kursi roda.
BACA JUGA
Tujuan pembentukan komunitas ini, menurut Desi adalah agar para penyintas kanker bisa berkumpul, saling menguatkan satu sama lainnya. Dia mengungkapkan sebagian besar anggotanya orang kurang mampu, atas hal itu perlu ada penguatan satu sama lain.
"Saling menguatkan sehingga tumbuh nilai positif. Sehingga jika ada yang mengalami kesulitan bisa dicarikan solusi," ucap dia.
Wanita yang juga menjadi anggota DPRD Gunungkidul ini berusaha mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan penyintas kanker ini. Salah satunua dengan menguatkan komunikasi dengan pemerintah melalui Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Gunungkidul. "Sehingga para penyintas kanker yang kurang mampu bisa memperoleh haknya terutama dalam penyembuhan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement







