Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Nur Fitriana/Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, JOGJA—Guru SDN Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Nur Fitriana, menjadi salah satu orang yang terpilih untuk mencicipi rasanya menjadi astronaut. Dia terpilih untuk mengikuti pelatihan antariksawan dan luar angkasa di U.S. Space & Rocket Center (USSRC) di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com Irwan A. Syambudi.
Nur Fitriana baru saja terbangun dari tidurnya untuk menunaikan salat Subuh. Dia ingat betul hari itu adalah Senin, hari ketika ia harus bergegas lebih pagi agar sampai ke sekolah untuk mengikuti persiapan upacara bendera. Jarak dari rumahnya di Pringgolayan, Bangutapan, Bantul menuju tempatnya mengajar sekitar 45 menit jika ditempuh menggunakan motor.
Itu adalah Senin ketiga di Januari 2017. Dia bangun sekitar pukul 03.30 WIB, sebelum mengambil air wudu untuk salat, ia mengecek pemberitahuan di ponselnya. Sebuah surel berbahasa Inggris jadi perhatiannya, ia baca berulang-ulang kali untuk memastikan isi pesan. Berkali-kali matanya ia kucek-kucek, memastikan kesadaran dari tidur pulih agar tak salah membaca tulisan.
Fitri masih tak percaya. Isi pesan dalam surat elektronik itu adalah pemberitahuan bahwa ia baru saja terpilih untuk mengikuti Honeywell Educators at Space Academy at USSRC at Huntsville, Alabama: sebuah pelatihan astronaut dan luar angkasa khusus untuk para guru dari seluruh penjuru dunia.
“Saya awalnya tidak mengira bakal diterima ketika pertama kali baca email itu. Saya berkali-kali baca, translate ke bahasa Indonesia untuk memastikan, dan ternyata memang benar,” kata dia, Senin (2/7).
Ia mulanya masih tak menyangka menjadi satu dari 10 orang dari Indonesia yang terpilih mengikuti pelatihan tersebut. Ia harus bersaing dengan tak kurang dari 2.776 pendaftar dari 67 negara di seluruh dunia.
Fitri memerlukan waktu selama hampir 1,5 tahun mempersiapkan diri untuk mengikuti program yang rutin diadakan saban tahun ini. Mulanya program Honeywell Educators at Space Academy (HESA) dia ketahui pada 2015 silam dari alumnus program tersebut. Saat itu, dia tertarik mencoba mendaftar. Namun ia sempat berpikir apakah pelatihan ini bisa menunjang kegiatan belajar, terutama kaitannya dengan profesi seorang guru. Fitri kemudian mempelajari jurnal internasional soal astronaut yang ternyata erat dengan science, technology, engineering, mathematics (STEM).
Baterai Kulit Sayur
Pada September 2017 dia akhirnya mendaftar melalui Internet dengan mengirimkan persyaratan dan artikel berisi penelitiannya soal sumber daya listrik alternatif berupa baterai yang isi karbonnya diganti dengan kulit sayur dan buah, serta membuat jembatan dari koran bekas yang kuat menahan beban batu bata.
Sejumlah tes dan artikel tersebut membuatnya terpilih. Fitri akhirnya berangkat bersama sembilan orang dari Indonesia yang lolos seleksi dan seluruhnya juga berprofesi guru untuk berlatih menjadi seorang astronaut di USSRC selama 21 hingga 25 Juni 2018. Di sana Fitri dilatih oleh para profesor dan ahli bidang STEM, hingga astronaut yang telah menjalani misi ke luar angkasa.
“Selama lima hari kami dilatih menjadi seorang astronaut, simulasi naik pesawat ke luar angkasa, sistem mesin, juga pelatihan karakter, mental, disiplin, dan ada praktik memakai teknologi serta pemanfaatan barang bekas dalam STEM. Kami lima hari menjadi astronaut sungguhan,” ujar guru kelas V ini.
Hasil dari pelatihan ini adalah para guru bisa paham betul STEM dan bisa mengaplikasikan metode belajar kepada para siswa. Jika ada kendala kelengkapan fasilitas teknologi, guru bisa praktik dengan benda-benda di sekitar.
Ibu tiga anak ini mengaku akan mengajarkan ilmu yang ia dapat untuk murid-muridnya atau pun bagi para guru yang lain. Baginya menjadi seorang guru adalah pengabdian sekaligus balas dendam masa kecilnya. Perempuan kelahiran Ngawi, Jawa Timur 9 Juni ini mengaku pernah ditolak di sejumlah sekolah karena saat jelang sekolah dasar umurnya belum cukup dan tidak punya ijazah TK.
“Hanya ada satu sekolah yang menerima saya. Setelah itu saya juara kelas terus sampai SMA. Dari situ saya ingat kalau sekolah itu susah, sehingga saya ingin menjadi guru dan mengajar semua orang. Cita-cita saya nanti ingin punya sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu dan yatim piatu,” kata perempuan tiga bersaudara ini.
Inovatif & Kreatif
Kepala SDN Deresan Indah Lestari mengatakan Fitri merupakan salah satu sosok guru yang inovatif dan kreatif. Dalam hal metode mengajar, Fitri dikenal berbeda dari guru-guru yang lain karena lebih banyak mengajarkan murid-muridnya untuk melakukan praktik langsung di lapangan. Ini yang menurutnya membuat murid lebih senang untuk belajar Matematika maupun IPA.
“Misalanya pembelajaran IPA kalau harus ke sungai, dia mengajak anak-anak itu ke sungai. Anak-anak jadi tidak bosan,” ujarnya.
Selain inovatif, Fitri dikenal oleh guru-guru yang lain sebagai guru yang tidak pelit ilmu. Beberapa kali mengikuti pelatihan di luar kota, bahkan luar negeri, Fitri selalu membagikan apa yang ia peroleh ke guru-guru yang lain. “Setiap habis pelatihan selalu disampaikan ke guru-guru harapannya suapaya ilmunya itu juga dimiliki oleh guru-guru yang lain,” kata Indah, kolega Fitri di SDN Deresan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.