Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Bedah Buku Rancang Bangun Bisnis dan Pengelolaan BUMN Desa di Gedung Kaca Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Senin (30/7/2018). /Ist-BPAD DIY
Harianjogja.com, KULONPROGO-Undang-Undang No 6/2014 tentang Desa memberi amanat bagi desa-desa untuk memiliki badan usaha atau disebut Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat desa.
Hal itu terungkap dalam Bedah Buku Rancang Bangun Bisnis dan Pengelolaan BUMN Desa yang diselenggarakan di Gedung Kaca Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Senin (30/7/2018).
Sg Yulianto Peneliti Institute for research and Empowerment (IRE) Yogyakarta mengatakan, BUMDes merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh desa. Modal bisa berupa uang atau kekayaan desa yang dipisahkan (APBDesa).
“BUMDes ini berfungsi mengelola aset desa, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Untuk aset, lanjutnya, bisa berupa aset alam, keindahan alam atau segala sesuatu yang terkait dengan alam, aset fisik, sosial, manusia, keuangan dan lainnya. Aset-aset ini bisa dikelola dengan menggunakan konsep BUMDes sehingga nantinya bisa memberi keuntungan bagi desa.
BUMDes ini dibutuhkan karena masyarakat desa cenderung bertindak sendiri-sendiri dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti untuk membeli sarana produksi pertanian, air bersih, sampah, kesehatan, pendidikan, modal dan lainnya.
Padahal mereka bisa berkelompok dalam kegiatan ekonomi, seperti bertani, membuat kerajinan, perdagangan dan lainnya.
“Ini merupakan sebuah peluang besar untuk membentuk sebuah usaha bersama yang bercirikan desa dan dimiliki bersama masyarakat desa,” katanya.
Dengan kegiatan semacam ini akan mengurangi risiko dieksploitasi ketika berhadapan dengan pihak luar atau swasta. BUMDes ini harus bisa memberi manfaat sosial dan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Ciri Khas BUMDes ini adalah bisnis sosial dengan mengutamakan layanan warga, memberikan manfaat bagi penyelesaian masalah-masalah sosial dan memberikan manfaat bagi pelembagaan nilai demokrasi atau nilai lokal berdesa.
Selain itu BUMDes juga memiliki ciri bisnis ekonomi yang akan memberikan kesepatan kerja bagi warga, memberikan keuntungan ekonomi bagi pengelola dan lembaga (BUMDes, Pemerintah desa) dan aset-aset desa menjadi terkelola secara lebih baik dan menguntungkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.