OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Ilustrasi penjual kambing untuk Iduladha./JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA – Jelang Hari Raya Idhuladha banyak bermunculan penjual hewan kurban dadakan yang menggunakan fasilitas trotoar di Kota Yogyakarta.sebagai tempat berjualan.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti meminta agar penjulan hewan kurban ini tidak menggunakan trotoar yang merupakan hak pejalan kaki.
"Trotoar itu gunanya untuk pejalan kaki, enggak boleh dan jangan sampai menggunakan hak pejalan kaki tersebut. Jualan kambing kok di trotoar, enggak boleh lah," kata Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, Senin (13/8/2018).
Pemerintah Kota Jogja akan mengawasi agar keberadaan pasar hewan kurban dadakan ini tidak menganggu lingkungan. Para pedagang hewan kurban harus berkoordinasi dengan masyarakat sekitar yang lahannya digunakan untuk berjualan hewan kurban.
Ia mengatakan pihaknya sedang melakukan penataan terhadap penjualan hewan kurban agar tidak menimbulkan dampak yang bisa menyebabkan masyarakat lain terganggu karena bau dan hal lainnya.
“Sebab, dampaknya bisa menimbulkan bau kotoran dan lainnya sehingga harus dikompromikan dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia juga berharap agar para penjual bisa mengerti dan tidak asal sewa kemudian menjadikan tempat kosong trotoar sebagai tempat jualan hewan kurban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Usulan pajak nol persen impor suku cadang pesawat dinilai bisa tekan biaya operasional maskapai hingga 5 persen.
Bulog DIY percepat distribusi beras dan Minyakita. Stok capai 244 ribu ton, harga pangan di Jogja tetap stabil.
Harga telur ayam terus turun hingga Juni 2026. Pemerintah siapkan langkah menjaga peternak tetap untung dan harga tetap terjangkau.
Kasus TKD Condongcatur berkembang. Kejati DIY menyidik perkara baru, sementara lurah masih belum ditahan oleh Polda DIY.
Kapolri Listyo Sigit ingin jadi aktivis setelah pensiun. Ia bahkan berseloroh siap turun ke jalan ikut demo buruh.