Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Kegiatan bedah buku digital marketing di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul, Jumat (21/9/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Pesatnya perkembangan teknologi dan luasnya jangkauan Internet membuka peluang menjalankan bisnis melalui jaringan Internet atau online, di antaranya jualan melalui media sosial.
Demikian diungkapkan oleh Direktur Reylab Digital Agency, Dewantara Arif Rahman, salah satu narasumber dalam bedah buku digital marketing \'Instagram Bussiness Roadmap\' di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan Sudirman, Bantul, Jumat (21/9/2018).
Dewantara mengatakan saat ini sekitar 145 juta orang lebih sudah terkoneksi Internet di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 87% menggunkan sosial media. Pengguna sosial media juga sebagian besar adalah pembeli online tau konsumen. Hanya 16,86% yang memanfaatkan untuk berjualan.
"Ternyata orang yang berjualan online masih sedikit. Ini peluang besar," kata Dewantara. Dalam kesempatan tersebut Dewantara juga mengungkapkan sejumlah karakter market dengan sasaran penggun media sosial, di antaranya adalah suka pamer dan ikut-ikutan.
Dengan demikian kesempatan tersebut bisa digunakan penjual online dengan memanfaatkan tokoh atau selegram untuk iklan. "Kebanyakan pembeli lewat online tidak memandang kulitas produk tapi lebih melihat apa yang digunakan model," kata dia.
Senada disampaikan praktisi bisnis online, Rohmat Burhanudin. Menurut dia, untuk membangun binis online tidak perlu banyak modal, "Modalnya cukup handphone dan kuota internet, soal produk bisa dicari," kata dia.
Rohmat menyarankan produk yang dijual online adalah produk yang cepat laku dan mudah didapatkan jika hanya mengejar asal ingin mendapat keuntungan. Namun jika ingin membentuk semacam perusahaan yang manjang maka perlu membentuk tim, termasuk tim IT dan komunikasi demi menjaga kepercayaan konsumen.
Bedah buku yang digelar oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY tersebut juga menghadirkan penulis buku \'Instagram Bussines Roadmap\', Latief Setiawan. Kasubbid Pembinaan dan Pemberdayaan Perpustakaan BPAD DIY, Dewi Ambarwati mengatakan bedah buku tersebut merupkan kesekian kalinya yang digelar BPAD.
Sebagian peserta dalam bedah buku tersebut adalah anak-anak muda dari berbagai organisasi kepemudaan yang sudah familiar dengan dunia digital. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat baca anak-anak muda. BPAD DIY juga sudah menyediakan koleksi ribuan buku yang bisa diakses lewat online.
Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul, Agus Sulistiyana mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, para pemuda saat ini lebih banyak nongkrong di warung-warung wifi dibanding di jalanan. Ia berharap anak-anak muda yang sudah akrab dengan digital dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kemaslahatan dan kemakmuran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.