KID DIY Beri Penghargaan Keterbukaan Informasi pada Lembaga Publik

Perwakilan badan publik peraih juara pertama berfoto bersama setelah menerima penghargaan keterbukaan informasi publik di Bangsal Kepatihan, Kamis (27/9/2018) malam. - Harian Jogja/Sunartono
29 September 2018 08:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Komisi Informasi Daerah (KID) DIY memberikan penghargaan kepada puluhan lembaga publik baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif di wilayah DIY di Bangsal Kepatihan, Kamis (27/9/2018) malam. Penghargaan itu diberikan kepada lembaga yang dinilai terbuka dalam memberikan informasi kepada publik.

Ketua KID DIY Haswan Iskandar Jaya berharap penganugerahan keterbukaan informasi itu dapat mewujudkan cita-cita keistimewaan DIY yaitu menjadikan masyarakat yang transparan, akuntabel, partisipatif guna mencapai kesejahteraan bersama. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap badan publik tersebut, pihaknya menggandeng Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta serta Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, untuk merumuskan instrumen penilaian sehingga secara metodologi dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

"Pada pelaksanaan monev di 2018 ini kami menambah dua tahapan krusial untuk menentukan peringkat nominator terbaik," terangnya, Kamis (27/9/2018) malam.

Ia menambahkan dua tahapan dilakukan setelah menyebarkan angket kuesioner, pencermatan website badan publik dan visitasi. Adapun dua tahapan krusial itu adalah uji akses dilakukan para mahasiswa Unisa Yogyakarta dan presentasi badan publik di hadapan tim penilai.

Tim monev juga menyepakati bahwa bobot nilai antara lain kuesioner sebesar 15%, website 40%, uji akses 15%, visitasi 20% dan presentasi 10%. Dari lima tahapan itu kemudian ditentukan peringkat terbaik sesuai dengan kategori badan publik.

"Besarnya bobot nilai website karena informasi yang diunggah melalui mekanisme yang bertahap serta dapat diakses dari seluruh dunia," ucapnya.

Hazwan mengatakan dari 385 badan publik yang diberi kuesioner dalam bentuk hard copy atau mengunduh langsung melalui website KID DIY, sebanyak 217 badan publik atau 56% yang mengisi dan mengembalikan kepada tim monev keterbukaan informasi publik 2018. Badan publik yang berhak mengikuti tahapan penilaian berikutnya adalah yang mengembalikan kuesioner.

"Setelah tahapan penilaian dilalui kemudian tim memberikan penetapan nilai tertinggi sesuai kategori sebagai terbaik," ujarnya.

Sejumlah badan publik yang diberikan penghargaan antara lain Polda DIY yang dinilai konsisten memberikan laporan akses informasi publik kepada KID DIY serta DPRD Sleman dan DPRD Bantul atas partisipasi aktif dalam monev tersebut.

Adapun peringkat terbaik berdasarkan kategori PPID utama, juara 1 diraih Pemkot Jogja, juara 2 Pemkab Sleman dan juara 3 Pemda DIY. Selain itu masih ada beberapa kategori lain seperti organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai paling terbuka pada publik.

Sekda DIY Gatot Saptadi dalam kesempatan itu mengatakan ada kewajiban bagi badan publik untuk menyediakan informasi secara terbuka kepada masyarakat. Sehingga pemerintah harus menyediakan infrastruktur seperti penyiapan SDM agar pelayanan bisa maksimal.

"Hasil monev KID ini akan menjadi rekomendasi penting bagi badan publik untuk terus berkomitmen dan berupaya untuk memberikan informasi kepada masyarakat," katanya.

Gatot menambahkan keterbukaan informasi badan publik ini diharapkan dapat meningkatkan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara lebih baik lagi. Ia mengimbau kepada masyarakat agar memahami pula bahwa keterbukaan itu bukan berarti bebas sebebas-bebasnya mendapatkan informasi.

"Tetapi keterbukaan harus tetap dalam koridor penghormatan terhadap hak asasi manusia dan memperhatikan adanya rahasia negara. Kami sangat apresiasi kepada KID DIY pelaksanaan penganugerahan keterbukaan informasi kepada badan publik di DIY ini," ucapnya.