Inflasi Jogja Juni 2026 Stabil, BI Pastikan Sesuai Target
Inflasi DIY Juni 2026 naik 0,37% dipicu BBM. BI DIY pastikan tetap terkendali dalam target nasional 2,5±1%.
Ilustrasi cuaca./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Jogja tetap mengantisipasi potensi merebaknya flu burung selama pancaroba. Dinas pun menyiapkan desinfektan di sejumlah pasar yang menjual unggas.
Plt Kepala Distanpangan Jogja Sugeng Darmanto mengatakan meski jumlah ternak dan peternakan unggas di Jogja tidak banyak, tetapi potensi penularan flu burung masih tetap ada dan harus diwaspadai. Terutama saat musim pancaroba hingga musim hujan.
Hal itu dimungkinkan terjadi penurunan daya tahan unggas akibat perubahan musim. Saat daya tahan unggas turun, tidak menutup kemungkinan terkena virus tersebut. "Penularan flu burung masih potensial terjadi. Kami sudah siapkan antisipasi agar unggas tidak tertular penyakit ini,” katanya, Sabtu (29/9/2018).
Salah satu antisipasinya, lanjut Sugeng dengan menyiapkan desinfektan di pasar-pasar yang menjual unggas. Misalnya Pasar Terban yang selama ini menjadi pusat penjualan ayam. "Dalam beberapa tahun terakhir, kami tidak menemukan kasus kematian unggas akibat flu burung termasuk penularannya ke manusia," katanya.
Selain di Pasar Terban, Distanpangan juga membuka cabang poliklinik hewan di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy) untuk mengantisipasi penularan berbagai penyakit hewan.
Oleh karenanya, dia berharap agar masyarakat melaporkan kejadian jika terdapat unggas yang tiba-tiba sakit dan terlihat lesu. "Sebaiknya segera laporkan ke petugas di lapangan atau dibawa ke poliklinik hewan. Bisa jadi disembuhkan,” katanya.
Sugeng juga meminta pemilik unggas atau pedagang segera memisahkan unggas yang terlihat sakit agar tidak menularkan ke unggas yang lain. Selain di pasar atau peternakan unggas, potensi penularan virus flu burung juga berpotensi terjadi saat transportasi unggas masuk atau keluar dari suatu wilayah.
"Pengawasan unggas saat dalam perjalanan cukup sulit karena lalu lintas unggas cukup banyak. Kami tidak mungkin mangawasi satu per satu penjualan unggas,” katanya.
Penyakit hewan yang juga berpotensi terjadi saat musim pancaroba hingga musim hujan adalah antraks yang menyerang sapi. “Kami selalu memastikan sapi yang masuk ke Jogja dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan untuk memastikan hewan tersebut sehat,” katanya.
Jika sapi yang masuk tidak dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan atau sapi dalam kondisi sakit, maka hewan tersebut akan dikembalikan ke daerah asal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY Juni 2026 naik 0,37% dipicu BBM. BI DIY pastikan tetap terkendali dalam target nasional 2,5±1%.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.