Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Sekitr 450 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Kecamatan Dlingo menyatakan siap memerangi politik uang dalam Pemilu 2019.
Pernyataan tersebut disuarakan dalam apel dan deklarasi damai di Alas Literasi Banjarharjo, Muntuk, Dlingo, Minggu (30/9/2018).
Komandan Banser Satkoryon Dlingo, Wahyudi menegaskan Banser akan menjadi garda terdepan dalam memerangi politik uang. Sebab politik uang dapat menyebabkan masyarakat kehilangan kemerdekaan dalam memilih calon legislatif maupun calon presiden dan wakil presiden.
Terlebih di Dlingo, sebagaian besar masyarakatnya masih berada pada taraf ekonomi menengah ke bawah sehingga berpotensi menjadi sasaran empuk bagi caleg untuk mendongkrak suara melalui politik uang. Total ada sekitar 31.000 pemilih di Kecamatan Dlingo dan sekitar 20.000 pemilih di antaranya diklaim Wahyudi adalah warga Nahdliyin-sebutan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut dia, kampanye anti politik uang selalu digencarkan dalam setiap pemilu tetapi belum masif. "Anggota Banser Dlingo saat ini berjumlah 450 personel yang tersebar di enam desa. Seluruhnya akan bekerja keras memerangi politik uang," jelas Wahyudi.
Selain kampanye memerangi politik uang, Banser Dlingo juga siap mengawal proses pemilu hingga selesai. Ia juga berharap kepada semua calon anggota legislatif dari daerah pemilihan Dlingo konsisten tidak berpolitik uang untuk menggaet pemilih.
Ketua Panwascam Dlingo, Wandirin mengapresiasi apa yang dilakukan Banser Dlingo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.