Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Boulevard di tengah-tengah Jl. Suroto, Kotabaru, Senin (17/9/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Jalan Suroto di Kotabaru, Jogja kini tak seteduh seperti biasanya.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta terpaksa memangkas tiga pohon yang sudah keropos, meskipun sempat berjanji tidak akan memangkas pohon saat revitalisasi boulevard Jalan Suroto Jogja.
"Ada tiga pohon tanjung yang harus dipangkas karena setelah kami cek, ternyata perakarannya sudah keropos. Daripada dipertahankan dan membahayakan pengguna jalan karena bisa roboh, pohon tersebut dipangkas," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Suyana, Jumat (12/10/2018).
Meskipun dipangkas, namun Suyana memastikan akan menanam pohon pengganti dengan jenis yang sama di lokasi boulevard Jalan Suroto yang sekarang sedang direvitalisasi.
Pohon tanjung yang dipangkas tersebut memiliki diameter cukup besar yaitu lebih dari 40 sentimeter dan batangnya sudah dalam kondisi tidak lagi tegak.
Selain memangkas pohon yang dinilai rawan roboh, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja juga merapikan puluhan pohon yang berada di sepanjang boulevard Jalan Suroto selama proses revitalisasi.
"Tujuannya untuk menjaga pohon tetap kuat dan mendukung rencana penataan boulevard karena akan ada lampu sorot yang diarahkan ke pohon untuk menambah keindahan," kata Suyana.
Kebijakan Pemerintah Kota Jogja memangkas pohon di boulevard Jalan Suroto alih-alih memindahkannya ke lokasi lain sempat dipertanyakan masyarakat melalui akun media sosial pemerintah daerah setempat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengatakan, revitalisasi Jalan Suroto yang dilakukan dengan memperbaiki trotoar dan boulevard akan selesai akhir tahun ini setelah Pemerintah Kota Yogyakarta memperoleh tambahan dana keistimewaan melalui anggaran perubahan sebesar Rp2 miliar.
Pekerjaan revitalisasi boulevard Jalan Suroto dilakukan dengan memperbaiki taman di jalan tersebut. Taman akan dibuat dengan desain baru yang akan menguatkan citra kawasan cagar budaya Kotabaru.
"Boulevard akan bisa dimanfaatkan untuk pedestrian. Taman lama yang semula memiliki pot yang tinggi akan dibuat dengan pot yang lebih rendah," katanya.
Berbagai ornamen untuk mendukung gaya arsitektur di Jalan Suroto juga sudah disiapkan, di antaranya bangku dan lampu taman.Lantai boulevard yang berupa konblok juga akan diganti menggunakan lantai teraso seperti yang saat ini digunakan untuk lantai trotoar di sepanjang kanan dan kiri Jalan Suroto Kotabaru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
New York melarang AI generatif bagi siswa kelas 2-K hingga kelas 8. Ini dampak penggunaan AI terhadap kognitif dan sosial anak.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.