Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
ILustrasi Politik uang/JIBI-Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman masih memeriksa dugaan adanya politik uang yang dilakukan salah seorang calon anggota legislatif (caleg). Hingga saat ini Bawaslu telah memeriksa delapan orang saksi, dan masih bakal memeriksa beberapa saksi lain.
Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa, mengatakan sampai Minggu (11/11/2018) jajarannya sudah memeriksa delapan orang saksi yang terdiri dari tujuh orang warga dan satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman. Bawaslu, menurut Abdul Karim, masih terus melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui adanya politik uang yang dilakukan seorang caleg di Dusun Dayakan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik. "Kami sudah panggil delapan saksi, rencananya besok [Senin] kami akan panggil lagi tiga saksi untuk dimintai informasinya," ujar Karim kepada Harian Jogja, Minggu.
Bawaslu Sleman, menurut Abdul Karim, harus menunggu selama 14 hari setelah masuknya laporan dugaan politik uang tersebut. Laporan masuk dan teregistrasi di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Sleman, Senin (29/10). "Diperkirakan pekan ini sudah ada keputusan," ujar Karim. Sebelumnya, selain mendatangkan sejumlah saksi, Bawaslu Sleman juga mendatangkan dan memeriksa pelapor pada Kamis (1/11/2018) dan terlapor pada Selasa (6/11/2018).
Dugaan pelanggaran pemilu tersebut muncul setelah caleg berinisial YF diduga melakukan politik uang dengan memberikan tenda kepada warga di Dusun Dayakan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik. Karim mengimbau agar masyarakat juga terlibat aktif mengawal jalannya kampanye dalam gelaran Pemilu 2019. "Masyarakat juga bisa melakukan pengawasan secara partisipatif, karena kalau hanya mengandalkan kinerja Bawaslu, kondisi kami sangat terbatas," ujarnya.
Dalam pemeriksaan, berdasarkan Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) No.9/2018 tentang Sistem Penegakan Hukum Terpadu, Bawaslu Sleman dibantu oleh penyidik dari kepolisian dan kejaksaan. Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sleman, Ibnu Darpito, mengatakan setelah mendapatkan keterangan dari berbagai pihak, keputusan akan disatukan baik dari Bawaslu, kepolisian, maupun dari kejaksaan.
"Masing-masing saksi rata-rata diperiksa satu jam sampai dua jam. Untuk sementara kami belum bisa memastikan. Nanti setelah Bawaslu, kepolisian serta kejaksaan menyampaikan hasil pemeriksaan, kami baru bisa memutuskan apakah dugaan itu bisa ditindaklanjuti atau tidak," kata Ibnu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.