Advertisement
Minat Baca Masyarakat Harus Terus Ditingkatkan
Kasubbid Pembinaan dan Pemberdayaan BPAD DIY, Dewi Ambarwati (kanan), memaparkan materi dalam kegiatan Roadshow Minat Baca di Balai Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Senin (26/11/2018). - Harian Jogja/Jalu rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY bersama DPRD DIY dan Pemkab Kulonprogo menggelar Roadshow Minat Baca di Kulonprogo, Senin (26/11/2018). Kegiatan digelar di Balai Desa Kranggan, Kecamatan Galur, dengan tema Membudayakan Minat Baca sekaligus Pengenalan Manfaat Perpustakaan kepada Masyarakat. Selain warga Desa Kranggan, sejumlah warga dari berbagai desa di Kecamatan Galur turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Roadshow menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Kasubbid Pembinaan dan Pemberdayaan BPAD DIY, Dewi Ambarwati; Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY Nur Sasmito dan Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kulonprogo, Sarjana.
Advertisement
Dewi Ambarwati mengatakan budaya minat baca di masyarakat perlu digalakkan. Ini merujuk pada peringkat literasi internasional oleh Central Connectitut State University pada 2016 yang menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari total 61 negara. Di survei UNESCO mencatat minat baca masyarakat Indonesia sekitar 0,0001%. "Artinya dari 1.000 orang hanya ada satu yang berminat membaca. Kegiatan roadshow kami lakukan agar budaya membaca di masyarakat bisa meningkat," ucap Dewi, Senin.
Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Nur Sasmito, mengatakan jajarannya mendukung penuh program budaya minat baca ini. Bentuk dukungannya dengan berperan penting dalam pembuatan peraturan daerah yang mengatur mengenai kearsipan dan perpustakaan. "Kami juga melakukan peran pengawasan program perpustakaan desa [perpusdes] bahkan sampai ke tempat-tempat ibadah. Yang perlu dilakukan sekarang, orang mau membaca itu butuh dirangsang dengan inovasi di perpustakaan," ucapnya.
Menurut Nur Sasmito, perpustakaan, baik itu di tingkat desa maupun provinsi seluruhnya harus dilengkapi Internet gratis guna menjaring masyarakat khususnya generasi muda. Selain itu fasilitas layanan juga kudu ditingkatkan agar masyarakat nyaman dan mau datang.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kulonprogo, Sarjana, menekankan dengan membaca mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab masyarakat mendapat tambahan ilmu yang bisa diimplementasikan di dunia nyata. Untuk itu, peranan perpustakaan di tingkat desa amat diperlukan karena merupakan wahana penyedia bahan bacaan.
Sarjana juga menjelaskan untuk kita bisa maju mandiri dan sejahtera melalui perpus ada beberapa komitmen. Pertama keterlibatan masyarakat mewujudkan SDM kompeten. Dua advokasi dan membangun kerjasama dengan mitra kerja. "Contohnya dengan kegiatan ini BPAD DIY berarti telah berhasil mengadvokasi DPRD DIY untuk turut mendorong program ini," ucapnya.
Dia menambahkan komitmen selanjutnya adalah promosi tranformasi perpusdes. Caranya adalah pemerintah desa harus mau mengalokasikan dana desa untuk pengembangan perpustakaan. "Boleh untuk membeli buku-buku, rak ataupun perangkat penunjang lain," ucapnya.
DPK Kulonprogo melakukan sejumlah cara agar budaya membaca di Bumi Menoreh terus meningkat, di antaranya dengan memperbaiki layanan perpusda, serta melakukan kerja sama dengan sejumlah mitra untuk membuat pojok baca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KM Maligano Star Tenggelam di Perairan Muna, 28 Penumpang Selamat
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Trans Jogja, Minggu 1 Februari 2026
- Jadwal DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Minggu 1 Februari 2026
- Jadwal Bus Sinar Jaya, Jogja-Parangtritis dan Baron, Minggu 1 Februari
- Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Tradisi Jawa, Imlek, hingga Lari
- Waspada! Hujan Ringan Diprediksi Guyur Seluruh Jogja Hari Ini
Advertisement
Advertisement



