Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Para mahasiswa aksi solidaritas Kita Agni melakukan audiensi di Balairung UGM setelah melakukan orasi di depan gedung rektorat, Kamis (29/11/2018). /Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN-Ratusan mahasiswa dan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam komunitas Kita Agni kembali melakukan aksi solidaritas di depan gedung Rektorat UGM, Kamis (29/11/2018).
Kali ini mereka mengajukan beberapa tuntutan salah satunya meminta universitas membebaskan biaya studi korban dan menanggung biaya hidup hingga penyintas menyelesaikan masa studi.
Para mahasiswa berjalan dari Grha Sabha Pramana menuju gedung Rektorat dengan meniup peluit dan memukul kentongan. Di sela-sela aksi, mereka juga menggoreng gereh atau ikan asin sebagai sindiran akan pernyataan salah satu pihak universitas yang sudah menganalogikan korban seperti gereh.
Mahasiswa juga mengajukan tuntutan dan meminta rektorat untuk langsung menandatangani poin-poin tuntutan tersebut sebagai bentuk kesediaan. Namun Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni Paripurna yang hadir menemui para mahasiswa enggan melakukannya.
"Tuntutan sangat banyak. Izinkan kami menegosiasikan itu," katanya, Kamis (29/11/3018). Menurutnya melakukan tanda tangan kontrak di bawah tekanan akan menjadi tidak baik.
Saat ini rektorat tidak bisa memberikan keputusan akan kasus yang menimpa Agni. Rektorat berkukuh akan menunggu hasil rekomendasi Tim Etik yang sudah ditunjuk oleh rektor. Rektorat menjanjikan pada 7 Desember 2018 akan memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ika Dewi Ana mengatakan pihaknya siap menerima sanksi apapun jika hasil Tim Etik nanti menunjukkan adanya kesalahan kerja pada divisinya. "Kalau dari hasil membuktikan ada kesalahan dari unit kami, saya bersedia mengundurkan diri," katanya.
Pada aksi solidaritas ini, pihak rektorat juga turut mendatangkan Tim Etik atas permintaan peserta aksi. Tim menjelaskan proses kerja yang dilakukan dan mengatakan akan berusaha dengan cepat memberikan rekomendasi kepada rektorat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.