Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Pertunjukan atraksi wisata budaya di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Sabtu (24/11).-Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mendorong pengembangan pariwisata berbasis seni dan budaya. Berkembangnya pariwisata berbasis seni budaya dinilai bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu kegiatan gelar atraksi wisata budaya yang belum lama diselenggarakan yaitu di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Sabtu (24/11/2018).
Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata Dispar DIY Wardoyo mengatakan tujuan kegiatan tersebut adalah upaya untuk mendorong semua kekuatan potensi yang dimiliki masyarakat, baik seni budaya atau lainnya yang mendorong pariwisata di DIY.
“Tentunya ini harus didorong menjadi sebuah kreatifitas baik seni budaya atau lainnya. Jika dikemas dengan baik, akan menjadi sebuah daya tarik. Dapat mendatangkan wisatawan,” ujar Wardoyo saat dihubungi Harian Jogja, Jumat (30/11/2018).
Dikatakan Wardoyo, kepariwisataan tidak terlepas dari seni budaya. Menurutnya itu hal yang mendukung, penyelenggaran kepariwisataan. “Harapan saya jika masyarakat antusias, dan penuh kreatifitas selain sebagai pelestarian budaya, nantinya menjadi sebuah bagian yang meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Koordinator acara gelar atraksi wisata budaya, Joni Sunarto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat baik utamanya bagi kelestarian seni budaya, dan menunjang pariwisata. Respon masyarakat dari anak-anak hingga dewasapun baik. “Sangat baik kegiatan semacam ini,” ujarnya.
Dikatakan Joni dalam acara tersebut menampilkan berbagai kesenian budaya kesenian tradisional, hingga permainan tradisional memeriahkan acara tersebut. “Ada reog, jathilan, kethoprak anak,” ujar Joni.
Joni mengatakan dalam kegiatan tersebut juga lebih banyak melibatkan kalangan anak-anak hingga remaja. Hal tersebut juga sebagai upaya pengenalan kepada generasi sekarang, agar tidak melupakan seni budaya tradisional atau asli warisan nenek moyang.
Pihaknya juga mengatakan terus berupaya melestarikan seni budaya tersebut dengan pendampingan. Kedepan ia berharap potensi seni budaya yang ada di tempatnya tersebut dapat semakin dikenal masyarakat luas, sehingga semakin menarik wisatawan luar untuk datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.