Ghana vs Kolombia: Adu Taktik Panas, Ini Prediksi Skor dan Line Up
Ghana vs Kolombia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
foto ilustrasi (JIBI)
Harianjogja.com, JOGJA- Selama libur panjang akhir tahun ini, kunjungan wisatawan ke kawasan Malioboro diperkirakan meningkat. Untuk menghadapi kepadatan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2019, pengamanan dan pemantauan akan ditingkatkan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto mengatakan saat ini kawasan Malioboro sudah mulai ramai dengan wisatawan. Kondisi tersebut terjadi karena libur akhir tahun ini berbarengan dengan masa libur sekolah. "Kami perkirakan keramaian wisatawan akan terus meningkat mulai 24 Desember, jelang libur Natal sampai awal Januari," katanya, Senin (17/12/2018).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan pemantauan tidak hanya bagi para pengunjung tetapi juga kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro.
"Kami akan intensifkan pemantauan harga-harga produk PKL. Semua PKL harus memasang daftar harga menu. Kami akan tekankan kembali soal itu dan standar harga yang disepakati pedagang,” terang Ekwanto.
Dia menjelaskan, pemantauan harga PKL akan melibatkan para petugas keamanan Malioboro Jogoboro. Petugas Jogoboro akan lebih intensif menyambangi para PKL. Mereka akan mengawasi langsung, apakah PKL beroperasi sesuai aturan dan kesepakatan?. "Kalau ada kasus atau temuan pelanggaran, maka akan melibatkan Satpol PP," katanya.
Tidak hanya itu, menghadapi lonjakan keramaian wisata tahun ini, jam kerja pengawasan petugas keamanan Jogoboro ditambah. Penambahan jam kerja tersebut akan dimulai 22 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Meski menerapkan jam lembur, pihaknya tidak menambah jumlah petugas.
"Sebab pengawasan keamanan juga dibantu dengan kamera CCTV yang terpasang di sepanjang Malioboro. Termasuk radio di UPT untuk menginformasikan ke wisatawan jika ada barang hilang atau wisatawan terpisah," katanya.
Terkait hal itu, Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengaku Pemkot membentuk satgas khusus untuk menindak pedagang nakal. Terutama yang sering memanfaatkan situasi saat libur Natal dan Tahun Baru dengan menaikkan harga tidak wajar. "Namanya Satgas khusus, jadi kerjanya diam-diam. Bisa menyamar seperti wisatawan. Kalau ada yang nuthuk harga, langsung ditindak," ujar Haryadi.
Diakuinya, praktik mematok harga tinggi seringkali terjadi selama musim liburan. Tidak hanya PKL, para tukang parkir pun seringkali menentukan tarif yang tidak wajar dan melanggar ketentuan Perda. Dia berharap peran aktif masyarakat dan wisatawan untuk melapor ke petugas (Jogoboro atau Satpol PP) jika mengalami hal tersebut. "Kami akan memberi sanksi tegas bagi pedagang dan juru parkir yang nuthuk. Jangan sampai citra Jogja dirusak," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ghana vs Kolombia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
Mediasi tunggakan gaji RSGM Bantul belum mencapai kesepakatan. Disnakertrans menjadwalkan mediasi terakhir sebelum sengketa berlanjut ke PHI.
Prediksi rupiah 6 Juli 2026 menguat ke kisaran Rp17.910 per dolar AS. Simak sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakannya.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 5 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Korban tewas gempa Venezuela bertambah menjadi 2.954 orang. PBB memperkirakan 6,76 juta warga terdampak bencana tersebut.
Harga buyback emas Pegadaian 5 Juli 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24. Simak daftar nilai jual kembali terbaru semua ukuran.