Bandara Baru Datang, Angka Kemiskinan di Kulonprogo Justru Meningkat, Ini Penyebabnya

Petugas gabungan mengawal proses pembersihan lahan lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo, Kamis (28/6 - 2018). (Antara / Andreas Fitri Atmoko)
27 Desember 2018 16:50 WIB Sunartono Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) membuat ketimpangan di Kulonprogo semakin tampak, akibatnya garis kemiskinan justru mengalami kenaikan. Persoalan lain terkait penuntasan kemiskinan adalah banyak ditemukan warga kaya namun bermental miskin lantaran menerima bantuan sosial seperti di Gunungkidul.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan terkait kemiskinan saat ini Kulonprogo memiliki masalah tersendiri sebagai dampak dari pembangunan NYIA. Karena harga tanah menjadi naik sehingga banyak uang digelontorkan di Kulonprogo, dimana distribusi uang itu tidak merata karena hanya diterima oleh pemilik lahan.

"Kemudian terjadi inflasi, setelah itu batas ambang kemiskinan menjadi tinggi menjadi 323. Gunungkidul itu hanya 280, padahal dulu kita [Kulonprogo] sama [dengan Gunungkidul]," terangnya sesuai rapat koordinasi terkait penanganan kemiskinan di Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Kamis (27/12/2018).

Ia menambahkan jika diukur dengan standar lama atau tanpa ada NYIA, maka penurunan angka kemiskinan bisa mencapai 16% bahkan 14%. Namun dengan garis kemiskinan naik yang dipicu oleh beragam harga tanah dan lainnya naik, memicu persentase kemiskinan ikut naik, saat ini berada di angka 18%.

Salah satu langkah yang ditempuh untuk mengatasi masalah itu adalah menurunkan angka pengangguran. Melalui Dinas Tenaga Kerja pihaknya melakukan survei ke sekolah untuk mengantisipasi agar tidak ada lulusan yang nganggur. Beragam pelatihan diberikan kepada masyarakat untuk bisa terserap di dunia kerja sebagai efek keberadaan NYIA.

"Sesuai data BPS, garis kemiskinan ini naik dengan sendirinya karena tadi banyak uang yang masuk ke Kulonprogo tetapi tidak merata. Dengan investasi besar untuk bandara ini uangnya tidak untuk warga tetapi hitungan makro kan uang itu masuk ke Kulonprogo. Bandara belum menguntungkan karena masih menaikkan ambang kemiskinan, karena multiplayernya belum terasa," ujarnya.