Advertisement
Sleman Genjot Proyek KPBU Penerangan Jalan, Konstruksi Mulai 2027
Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU). / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mengebut program Sleman Dalane Alus, Sleman Padang melalui proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ).
Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani, menyampaikan, proses KPBU cukup panjang dengan 14 tahapan yang harus dilalui. Selain itu, proyek ini juga melibatkan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kemendagri.
Advertisement
Saat ini, Sleman berada di tahap keenam, yakni Forum Konsultasi Publik, yang digelar di Aula Pangripta Bappeda Sleman pada Rabu (21/1/2026).
“Prosesnya memang panjang, tapi penting untuk menjamin transparansi dan kelayakan proyek,” ujar Fitri, Kamis (22/1/2026).
BACA JUGA
Melalui model Design–Build–Finance–Operate–Maintain (DBFOM) dan mekanisme availability payment, pemerintah daerah memastikan layanan penerangan jalan andal, sementara badan usaha bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan secara profesional.
Proyek KPBU APJ di Sleman dilakukan dengan skema unsolicited, diawali Letter of Intent (LOI) dari calon pemrakarsa. Konsorsium PT Fokus Indo Lighting dan PT Duta Hita Jaya mengajukan LOI pada 11 Agustus 2025. Jika sesuai jadwal, konstruksi diperkirakan baru dimulai Maret 2027.
Fitri berharap pemerataan penerangan jalan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, mengurangi risiko kecelakaan dan kriminalitas, serta mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata malam hari di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menambahkan, proyek ini tak hanya menargetkan 100% kebutuhan penerangan jalan hingga 2029, tetapi juga mendorong pemanfaatan lampu LED hemat energi dan sistem smart lighting yang bisa dipantau jarak jauh, efisien, dan responsif terhadap gangguan.
Dengan rencana penambahan 949 titik lampu pada 2025–2026, masih ada kekurangan sekitar 8.000 titik lampu. Pemenuhan APJ bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga tantangan pembiayaan yang membutuhkan langkah strategis.
Data DPUPKP Sleman menunjukkan, hingga November 2025, total panjang jalan kabupaten mencapai 699,5 kilometer. Dengan jarak ideal antar lampu 40 meter, kebutuhan APJ Sleman lebih dari 17.000 titik, namun hingga 2024 baru terpasang sekitar 48%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





