Advertisement
Bencana Terjang Ngawen, 2 Hektare Lahan Padi Gunungkidul Gagal Panen
Panen padi / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua hektare lahan padi di Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, gagal panen akibat diterjang banjir dan longsor pada 17 Februari 2026. Meski begitu, mayoritas lahan padi di masa tanam pertama masih panen dengan hasil memuaskan.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat luas lahan padi di masa tanam pertama mencapai 42.743 hektare. Panen telah berlangsung sejak Januari dan diperkirakan selesai akhir Maret 2026.
Advertisement
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menyatakan hasil panen umumnya bagus, dengan produksi 5 ton per hektare untuk lahan kering dan 7–9 ton gabah kering giling per hektare untuk sawah.
Meski demikian, ada dua hektare lahan di Ngawen yang tidak bisa dipanen akibat dampak bencana alam. Lokasinya tersebar di Kalurahan Jurangjero dan Tancep. Bencana terjadi pada 17 Februari lalu, saat hujan deras memicu banjir dan longsor di beberapa Kapanewon, termasuk Gedangsari, Nglipar, dan Semin.
BACA JUGA
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menyebut terdapat sembilan titik genangan dan 37 titik longsor, dengan konsentrasi terbanyak di Kapanewon Ngawen. Kerugian material diperkirakan Rp23 juta, namun bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa, meski beberapa warga sempat mengungsi sementara waktu.
Raharjo menambahkan, produktivitas secara menyeluruh masih dalam proses pengolahan data, namun secara umum panen di Gunungkidul berjalan baik meski ada lahan yang terdampak bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menteri LH Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pengelola TPST Bantargebang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








