Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, nilai investasi yang masuk telah mencapai Rp394,04 miliar atau hampir setengah dari target investasi tahun ini yang dipatok sebesar Rp858,56 miliar.
Penata Perizinan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mugiyanto, mengatakan sektor perindustrian menjadi penyumbang investasi terbesar selama lima bulan pertama tahun ini.
“Investasi terbanyak dari sektor perindustrian karena modal yang ditanamkan investor mencapai Rp170 miliar. Selanjutnya ada perdagangan Rp96,02 miliar, ESDM Rp51,68 miliar, pertanian Rp32,16 miliar, dan pariwisata Rp29,7 miliar,” kata Mugiyanto, Sabtu (6/6/2026).
Menurut dia, dampak investasi yang masuk tidak hanya terlihat dari bertambahnya aktivitas usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.
Berdasarkan data DPMPTSP, investasi senilai Rp394,04 miliar tersebut telah menyerap 7.147 tenaga kerja. Jumlah itu berasal dari laporan Online Single Submission (OSS) sebanyak 6.878 pekerja dan laporan dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebanyak 269 pekerja.
“Jadi total penyerapan tenaga kerja dari dua laporan ini ada sebanyak 7.147 orang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan capaian investasi di daerahnya terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, realisasi investasi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Menurut dia, target investasi tahun lalu sebesar Rp831,43 miliar berhasil terlampaui dengan realisasi mencapai Rp851,74 miliar.
“Targetnya Rp831.433.160.822, tapi realisasinya bisa melebihi angka yang dibebankan di awal 2025,” kata Aldian.
Berdasarkan data pemerintah daerah, investasi di Gunungkidul masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sepanjang 2025, nilai investasi PMDN mencapai sekitar Rp779 miliar, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp72 miliar.
Dari sisi sektor usaha, pertanian dan peternakan menjadi sektor dengan nilai investasi terbesar mencapai Rp174 miliar. Disusul sektor pariwisata sebesar Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, kesehatan Rp137 miliar, dan perindustrian Rp115 miliar.
Aldian menjelaskan investasi tersebut tersebar dalam 8.127 proyek yang berada di 18 kapanewon di Gunungkidul. Kapanewon Wonosari menjadi wilayah dengan jumlah proyek terbanyak, yakni mencapai 1.660 proyek.
Di bawahnya terdapat Kapanewon Playen dengan 1.049 proyek, Semanu sebanyak 568 proyek, serta Ponjong dengan 530 proyek. Adapun 4.320 proyek lainnya tersebar di 13 kapanewon lain di wilayah Gunungkidul.
Menurut Aldian, tingginya realisasi investasi menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi daerah berkembang semakin produktif. Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Kaspersky mengingatkan pentingnya melakukan putus digital setelah hubungan berakhir. Simak langkah-langkah melindungi akun, data pribadi, dan privasi dari akses
Timnas Indonesia vs Kamboja: Kemenangan bawa Garuda naik ke peringkat 117 FIFA dan jaga asa lolos semifinal Piala AFF 2026.
Xiaomi rilis update keamanan Juli 2026 untuk 58 perangkat. Cek daftar HP yang kebagian update dan segera pasang untuk perlindungan data Anda!
UAD membuka lowongan kerja dosen tetap dan tenaga kependidikan 2026. Tersedia 19 formasi di Fakultas Hukum, Kedokteran, administrasi, dan sistem administrator.
Kraton Yogyakarta mendorong museum bertransformasi menjadi ruang belajar yang interaktif dan inklusif bagi anak-anak melalui penyelenggaraan Gya!Dolan Sesarenga