Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pekerja memasukan gaplek pada karung di tempat pengepul di Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (30/8)./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Investor asal Shanghai, China berminat menanamkan modalnya untuk pengolahan gaplek di Kabupaten Gunungkidul. Adapun lokasinya berada di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Semin di Padukuhan Bangunsari, Candirejo, Semin.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Agung Danarto mengatakan, terus berupaya meningkatkan iklim investasi di Bumi Handayani. Bak gayung bersambut, ia mengakui ada ketertarikan dari investor Shanghai untuk menanamkan modalnya di sektor industri pengolahan gaplek.
“Tindaklanjut dari ketertarikan ini, sudah ada peninjauan lokasi bersama-sama dengan Bupati Gunungkidul ke KPI Semin sebagai calon tempat pengolahan,” kata Agung, Minggu (12/10/2025).
Ia menjelaskan, kunjungan dilakukan sebagai upaya memberikan gambaran langsung mengenai potensi dan kesiapan lahan di kawasan industri. Salah satunya direncanakan menjadi lokasi pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, khususnya gaplek sebagai komoditas unggulan daerah. “Ini sebagai bentuk dukungan untuk merealisasikan investasi di Gunungkidul. Kami bersyukur ada ketertarikan dari investor Shanghai guna menanamkan modalnya untuk pengolahan gaplek,” katanya.
Meski masih sebatas penjajakan, namun pihaknya siap memberikan akomodasi agar program tersebut benar-benar bisa diwujudkan. Kegiatan pendampingan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan calon investor, sekaligus mendorong percepatan realisasi investasi di sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal.
“Harapannya dengan semakin banyak investor yang masuk, maka juga bisa berdampak untuk peningkatan kesejahteraan bagi warga sekitar,” katanya.
Sekretaris DPMPTSP Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti menambahkan, calon investor gaplek asal Shanghai sudah melihat calon lokasi untuk pembangunan usahanya di KPI Semin. Sejauh ini, masih ada ketertarikan guna mewujudkan sentra pengolahan hasil pertanian tersebut.
“Lahan yang dibutuhkan sekitar sepuluh hektare dan di KPI Semin masih banyak tersedia. Jadi, tidak ada masalah karena lahannya sudah tersedia,” kata Asar.
Menurut dia, keberminatan investor asal China hanya menjadi salah satu gambaran di sektor penanaman modal di Gunungkidul. Pasalnya, DPMPTSP juga terus berupaya memerperluas jaringan penanaman modal untuk pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani.
“16 Oktober, kami mengundang calon investor dalam kegiatan temu bisnis. Salah satunya memaparkan hasil kajian investasi di seputaran JJLS. Tujuannya, agar investasi di Gunungkidul semakin tumbuh dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Membonceng anak naik motor butuh perhatian khusus. DAM berikan 4 tips: pastikan kaki menapak footstep, bisa berpegangan, siap naik-turun, dan pakai helm SNI.
Ramalan zodiak 12 Agustus 2026: Gerhana di Leo bawa energi kuat. 5 zodiak diprediksi kurang beruntung, cek nasib asmara, karier, dan keuangan Anda hari ini!
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Prakiraan cuaca DIY Rabu 12 Agustus 2026, mayoritas wilayah cerah. Kulonprogo perlu mewaspadai kabut atau asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya pada Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.