Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Pekerja memasukan gaplek pada karung di tempat pengepul di Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (30/8)./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Investor asal Shanghai, China berminat menanamkan modalnya untuk pengolahan gaplek di Kabupaten Gunungkidul. Adapun lokasinya berada di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Semin di Padukuhan Bangunsari, Candirejo, Semin.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Agung Danarto mengatakan, terus berupaya meningkatkan iklim investasi di Bumi Handayani. Bak gayung bersambut, ia mengakui ada ketertarikan dari investor Shanghai untuk menanamkan modalnya di sektor industri pengolahan gaplek.
“Tindaklanjut dari ketertarikan ini, sudah ada peninjauan lokasi bersama-sama dengan Bupati Gunungkidul ke KPI Semin sebagai calon tempat pengolahan,” kata Agung, Minggu (12/10/2025).
Ia menjelaskan, kunjungan dilakukan sebagai upaya memberikan gambaran langsung mengenai potensi dan kesiapan lahan di kawasan industri. Salah satunya direncanakan menjadi lokasi pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, khususnya gaplek sebagai komoditas unggulan daerah. “Ini sebagai bentuk dukungan untuk merealisasikan investasi di Gunungkidul. Kami bersyukur ada ketertarikan dari investor Shanghai guna menanamkan modalnya untuk pengolahan gaplek,” katanya.
Meski masih sebatas penjajakan, namun pihaknya siap memberikan akomodasi agar program tersebut benar-benar bisa diwujudkan. Kegiatan pendampingan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan calon investor, sekaligus mendorong percepatan realisasi investasi di sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal.
“Harapannya dengan semakin banyak investor yang masuk, maka juga bisa berdampak untuk peningkatan kesejahteraan bagi warga sekitar,” katanya.
Sekretaris DPMPTSP Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti menambahkan, calon investor gaplek asal Shanghai sudah melihat calon lokasi untuk pembangunan usahanya di KPI Semin. Sejauh ini, masih ada ketertarikan guna mewujudkan sentra pengolahan hasil pertanian tersebut.
“Lahan yang dibutuhkan sekitar sepuluh hektare dan di KPI Semin masih banyak tersedia. Jadi, tidak ada masalah karena lahannya sudah tersedia,” kata Asar.
Menurut dia, keberminatan investor asal China hanya menjadi salah satu gambaran di sektor penanaman modal di Gunungkidul. Pasalnya, DPMPTSP juga terus berupaya memerperluas jaringan penanaman modal untuk pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani.
“16 Oktober, kami mengundang calon investor dalam kegiatan temu bisnis. Salah satunya memaparkan hasil kajian investasi di seputaran JJLS. Tujuannya, agar investasi di Gunungkidul semakin tumbuh dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.