Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Kelok 23/Ilustrasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan Kelok 23 di Kalurahan Girijati mulai dilirik sebagai lokasi strategis pengembangan resort seiring terbukanya akses Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menghubungkan wilayah pesisir.
Pengembangan ini dinilai berpotensi mengubah wajah kawasan pesisir Gunungkidul, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul bahkan telah menyiapkan kajian investasi sejak 2025 untuk memetakan peluang bisnis di kawasan tersebut.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan keberadaan JJLS menjadi faktor utama yang membuka akses antarwilayah dan mempercepat konektivitas pesisir selatan Jawa.
“Untuk Gunungkidul dengan Wonogiri sudah tersambung. Tinggal menunggu penghubung dengan Bantul yang ditandai dengan pembangunan Kelok 23 di perbatasan Purwosari dengan Kretek,” kata Aldian, Selasa (14/4/2026).
Dengan akses yang semakin terbuka, kawasan ini dinilai memiliki nilai jual tinggi bagi investor, terutama di sektor pariwisata. Melalui kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO), pemerintah daerah berupaya mempermudah investor dalam melihat potensi yang tersedia.
Dalam kajian tersebut, kawasan Kelok 23 di Kalurahan Girijati diarahkan untuk pengembangan perhotelan atau resort. Pemandangan laut yang terbuka menjadi daya tarik utama yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan.
“jadi bisa menjadi daya tarik untuk pengembangan resort. Selain itu, juga bisa dibangun SPBU untuk mendukung pemenuhan BBM bagi kendaraan yang melintas,” katanya.
Selain resort, kebutuhan fasilitas pendukung seperti stasiun pengisian bahan bakar juga dipertimbangkan untuk menunjang aktivitas kendaraan di jalur tersebut.
Meski peluang investasi cukup besar, hingga saat ini belum ada investor yang secara resmi masuk. Kondisi ini dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur yang masih berlangsung.
“Pembangunannya masih belum selesai,” katanya.
Di tingkat wilayah, pembangunan Kelok 23 sendiri masih terus berjalan dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. Saat ini, sebagian konstruksi jalan sudah terbentuk, meski akses masih ditutup untuk umum.
Lurah Girijati, Karsono, mengatakan jalur tersebut sudah bisa dilalui secara terbatas, namun tetap dijaga untuk alasan keamanan.
“Ada satpam yang jaga,” katanya.
Ia berharap penyelesaian proyek ini dapat segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata.
Dengan panorama laut yang terbuka dan jalur yang semakin mudah diakses, kawasan Kelok 23 diproyeksikan menjadi titik baru pertumbuhan pariwisata di Gunungkidul, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.