Investasi Gunungkidul Rp394 Miliar Mei 2026, Industri Jadi Primadona
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Ilustrasi investasi (Freepik)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat sepanjang 2024 jumlah investasi yang masuk sebesar Rp825,6 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan ketimbang raihan sama di 2023 sebesar Rp629,1 miliar.
Sekretaris DPMPTSP Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti mengatakan, iklim investasi di Bumi Handayani terus tumbuh baik di setiap tahunnya. Hal ini terlihat dari target yang terlampaui dan capaian yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Ia mencontohkan, di 2023 hanya mematok investasi sebesar 475,35 miliar, namun realisasinya menembus Rp629,1 miliar. Hal yang sama juga terjadi di 2024, dari target Rp629 miliar dapat terealisasikan sebesar Rp825,6 miliar.
“Investasi Gunungkidul terus tumbuh dengan baik. Untuk jenisnya ada dari penanaman modal dalam negeri dan luar negeri,” kata Asar, Rabu (29/1/2025).
Dia menjelaskan, untuk sektor yang diminati para investor mulai dari perdagangan, pariwisata, Perindustrian hingga peternakan. Kelima sektor ini penyumbang terbesar investasi di Gunungkidul.
Menurutnya, potensi wisata Gunungkidul yang kaya, terutama di kawasan pesisir selatan, menjadi magnet bagi para investor. Daerah-daerah seperti Purwosari, Panggang, Tepus, dan Girisubo yang dulunya sepi kini telah berkembang menjadi destinasi wisata yang populer.
“Dengan mengembangkan fasilitas wisata dan memperpanjang masa tinggal wisatawan, kami [DPMPTSP] berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” kata Asar.
BACA JUGA: Pemkab Gelontorkan ADD sebesar Rp123,9 Miliar untuk 144 Kalurahan di Gunungkidul
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Agung Danarta mengatakan, terus melakukan upaya untuk meningkatkan iklim investasi di Bumi Handayani. Menurut dia, berbagai program telah dipersiapkan untuk menarik minat investor agar mau menanamkan modalnya ke Gunungkidul.
“Kita rutin menggelar kegiatan temu bisnis dengan calon investor mulai dari pelaku usaha hingga yang bergerak di sektor keuangan. Didalam pertemuan ini dipaparkan berbagai prospek investasi yang dimiliki,” kata Agung.
Selain itu, juga ada pembuatan peta dan peluang investasi di Gunungkidul secara lebih mendetail. Tujuannya agar calon investor diberikan kemudahan terkait dengan gambaran umum investasi yang dimiliki.
“Tentunya kami juga membuat promosi melalui video atau leaflet. Kami juga mengembangkan aplikasi Kepoin Dunk yang menyediakan data dan informasi tetang investasi secara komprehensif sehingga mudah diakses oleh calon investor,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Timnas Indonesia unggul 1-0 atas Mozambik di babak pertama laga FIFA lewat gol Ole Romeny setelah dominasi sejak awal laga.
Chatib Basri membantah ditawari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo, tegaskan pertemuan hanya bahas ekonomi.
Pembayaran pajak Sleman kini bisa dilakukan secara digital melalui BYOND by BSI, lebih cepat, praktis, dan transparan.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menorehkan catatan positif dengan maraih dua prestasi sekaligus dalam pembangunan nasional.
KPK menahan Bupati Muara Enim Edison dalam kasus suap 2025-2026. Empat tersangka ditahan usai OTT di Jakarta dan Sumsel.