Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
JJLS Kelok 18 - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul sedang membuat kajian investasi di kelok 23 di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kalurahan Girijati, Purwosari. Kajian tersebut diharapkan bisa mendongkrak investasi di Bumi Handayani dan pertumbuhan ekonomi di sekitara jalan baru di perbatasan Bantul dengan Gunungkidul.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti mengatakan, terus berupaya meningkatkan pertumbuhan investasi di Bumi Handayani. Salah satu upaya dilakukan dengan membuat kajian peta potensi investasi.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi calon investor agar bisa menanamkan modalnya di wilayah Bumi Handayani. “Salah satunya yang dibuat kajian peta potensi investasi ada di sekitaran Kelok 23 di Kalurahan Girijati, Purwosari,” kata Asar, Senin (16/6/2025).
BACA JUGA: Jembatan Pandansimo Segera Beroperasi, TPR Induk Parangtritis Dipindah ke Selatan JJLS
Dia menjelaskan, untuk proses kajian masih berlangsung sehingga detail potensi investasi yang mungkin dikembangkan masih belum terperinci. Namun dilihat dari potensinya investasi yang dikembangkan bisa berwujud pembangunan SPBU, hotel maupun rest area.
“Lokasinya pastinya berada di Watu Gajah di Kalurahan Girijati,” katanya.
Diharapkan dengan adanya peta investasi akan memudahkan calon investor guna menanamkan modalnya. Selain itu, hasil dari Investment Project Ready to Offer (IPRO) ini dapat menjadi pedoman bagi investor dalam memahami peluang bisnis di kawasan tersebut.
“Nanti kalau IPRO sudah jadi akan kami tawarkan kepada calon investor,” kata Asar lagi.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Agung Danarto mengatakan, kegiatan penyusunan peta kajian investasi atau IPRO merupakan hal yang terus dilakukan tiap tahunnya. Sebagai gambaran di 2024, pihaknya sudah membuat kajian terkait dengan pengembangan investasi di sektor utara Gunungkidul.
“Di zona ini sudah ada Kawasan Peruntukan Industri di Kalurahan Candirejo, Semin yang dapat dioptimalkan untuk mendukung masuknya investor agar mau menanamkan modalnya,” katanya.
Hasil kajian yang telah dilakukan, kata Agung, ada beberapa model investasi bisa dikembangkan seperti pertekstilan, pemintalan dan garmen. Selain itu, juga ada industry pengecoran logam, pabrik kayu hingga wood pellet industry. “Kajiannya sudah ada lengkap dengan potensi usaha yang dapat dijalankan,” katanya.
Menurut Agung, hasil kajian ini akan ditawarkan ke pengusaha dengan harapan mau menanamkan modalnya di sektor utara Gunungkidul. “Kita rutin menggelar kegiatan temu bisnis dengan investor. Salah satunya bertujuan memaparkan tentang potensi dan peluang investasi di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.