Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 2025 mencapai Rp851,7 miliar atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp831,4 miliar. Capaian ini menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani terus bergerak positif dari tahun ke tahun.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren peningkatan investasi yang sebelumnya tercatat Rp629,1 miliar pada 2023 dan naik menjadi Rp825,6 miliar pada 2024, sebelum akhirnya menembus Rp851.746.764.728 pada 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan arus investasi di wilayahnya terus tumbuh secara konsisten.
“Targetnya Rp831.433.160.822, tapi realisasinya bisa melebihi angka yang dibebankan di awal 2025,” kata Aldian, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, capaian tersebut bersumber dari Realisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Non-UMK, realisasi LKPM UMK, realisasi Online Single Submission (OSS) Non-UMK, serta realisasi OSS UMK.
“LKPM merupakan laporan berkala yang wajib disampaikan pelaku usaha ke pemerintah [BKPM] melalui sistem OSS untuk melaporkan realisasi investasi, perkembangan usaha, realisasi tenaga kerja, produksi, dan ekspor,” jelasnya.
Berdasarkan data tersebut, sektor pertanian dan peternakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp174 miliar. Disusul sektor pariwisata sebesar Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, sektor kesehatan Rp137 miliar, serta sektor perindustrian sebesar Rp115 miliar.
“Dilihat dari sebaran, investasi yang masuk banyak tersebar di Kapanewon Wonosari, Playen, Nglipar, Ponjong, dan Semanu,” katanya.
Aldian menilai pencapaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin produktif dan berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
“Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, mengungkapkan bahwa investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dari total realisasi Rp851.746.764.728, sebesar Rp779 miliar berasal dari PMDN, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) baru berada di kisaran Rp72 miliar.
Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang paling diminati investor.
Jenis usaha yang berkembang antara lain peternakan ayam petelur, ayam pedaging, hingga usaha pembibitan ternak.
“Mudah-mudahan iklim investasi di Gunungkidul bisa terus tumbuh dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.