Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 2025 mencapai Rp851,7 miliar atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp831,4 miliar. Capaian ini menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani terus bergerak positif dari tahun ke tahun.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren peningkatan investasi yang sebelumnya tercatat Rp629,1 miliar pada 2023 dan naik menjadi Rp825,6 miliar pada 2024, sebelum akhirnya menembus Rp851.746.764.728 pada 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan arus investasi di wilayahnya terus tumbuh secara konsisten.
“Targetnya Rp831.433.160.822, tapi realisasinya bisa melebihi angka yang dibebankan di awal 2025,” kata Aldian, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, capaian tersebut bersumber dari Realisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Non-UMK, realisasi LKPM UMK, realisasi Online Single Submission (OSS) Non-UMK, serta realisasi OSS UMK.
“LKPM merupakan laporan berkala yang wajib disampaikan pelaku usaha ke pemerintah [BKPM] melalui sistem OSS untuk melaporkan realisasi investasi, perkembangan usaha, realisasi tenaga kerja, produksi, dan ekspor,” jelasnya.
Berdasarkan data tersebut, sektor pertanian dan peternakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp174 miliar. Disusul sektor pariwisata sebesar Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, sektor kesehatan Rp137 miliar, serta sektor perindustrian sebesar Rp115 miliar.
“Dilihat dari sebaran, investasi yang masuk banyak tersebar di Kapanewon Wonosari, Playen, Nglipar, Ponjong, dan Semanu,” katanya.
Aldian menilai pencapaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin produktif dan berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
“Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, mengungkapkan bahwa investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dari total realisasi Rp851.746.764.728, sebesar Rp779 miliar berasal dari PMDN, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) baru berada di kisaran Rp72 miliar.
Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang paling diminati investor.
Jenis usaha yang berkembang antara lain peternakan ayam petelur, ayam pedaging, hingga usaha pembibitan ternak.
“Mudah-mudahan iklim investasi di Gunungkidul bisa terus tumbuh dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.