Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 2025 mencapai Rp851,7 miliar atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp831,4 miliar. Capaian ini menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani terus bergerak positif dari tahun ke tahun.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren peningkatan investasi yang sebelumnya tercatat Rp629,1 miliar pada 2023 dan naik menjadi Rp825,6 miliar pada 2024, sebelum akhirnya menembus Rp851.746.764.728 pada 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan arus investasi di wilayahnya terus tumbuh secara konsisten.
“Targetnya Rp831.433.160.822, tapi realisasinya bisa melebihi angka yang dibebankan di awal 2025,” kata Aldian, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, capaian tersebut bersumber dari Realisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Non-UMK, realisasi LKPM UMK, realisasi Online Single Submission (OSS) Non-UMK, serta realisasi OSS UMK.
“LKPM merupakan laporan berkala yang wajib disampaikan pelaku usaha ke pemerintah [BKPM] melalui sistem OSS untuk melaporkan realisasi investasi, perkembangan usaha, realisasi tenaga kerja, produksi, dan ekspor,” jelasnya.
Berdasarkan data tersebut, sektor pertanian dan peternakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp174 miliar. Disusul sektor pariwisata sebesar Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, sektor kesehatan Rp137 miliar, serta sektor perindustrian sebesar Rp115 miliar.
“Dilihat dari sebaran, investasi yang masuk banyak tersebar di Kapanewon Wonosari, Playen, Nglipar, Ponjong, dan Semanu,” katanya.
Aldian menilai pencapaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin produktif dan berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
“Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, mengungkapkan bahwa investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dari total realisasi Rp851.746.764.728, sebesar Rp779 miliar berasal dari PMDN, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) baru berada di kisaran Rp72 miliar.
Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang paling diminati investor.
Jenis usaha yang berkembang antara lain peternakan ayam petelur, ayam pedaging, hingga usaha pembibitan ternak.
“Mudah-mudahan iklim investasi di Gunungkidul bisa terus tumbuh dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.