Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat realisasi investasi hingga akhir September 2025 mencapai Rp687,6 miliar. Investasi yang masuk masih didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, mengatakan minat investor untuk menanamkan modal di Bumi Handayani tumbuh positif. Hingga akhir September 2025, nilai investasi yang terealisasi mencapai Rp687.622.087.245.
Angka ini diprediksi masih akan bertambah mengingat triwulan IV-2025 masih berlangsung hingga Desember mendatang.
"Masih ada proses yang berjalan, dan kami berharap pertumbuhan investasi di Gunungkidul dapat semakin pesat," kata Mugiyanto, Minggu (9/11/2025).
Berdasarkan data yang terhimpun, sektor pertanian dan peternakan masih menjadi primadona dengan realisasi investasi sebesar Rp163.277.941.485.
Posisi kedua ditempati sektor pariwisata dengan nilai investasi Rp159.751.727.198, disusul sektor perdagangan senilai Rp115.979.843.749.
Pada posisi keempat, sektor kesehatan menyumbang Rp89.901.213.562, sedangkan sektor perindustrian mencatatkan Rp79.564.049.751.
"Pertanian dan peternakan memang paling diminati, dengan komoditas unggulan seperti ternak ayam petelur, ayam pedaging, dan usaha pembibitan," ujarnya.
Mengenai asal modal, Mugiyanto mengakui PMDN masih mendominasi dengan porsi mencapai Rp626.266.790.839. Sementara investasi asing (PMA) yang masuk baru sebesar Rp52.355.296.406.
"Mayoritas memang berasal dari dalam negeri, karena yang masuk sudah mencapai Rp626 miliar lebih," ungkap Mugiyanto.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Agung Danarto, menyatakan daya tarik destinasi wisata pantai menjadi faktor pendorong investasi, khususnya di kawasan selatan. Namun, kondisi ini menimbulkan ketimpangan dengan kawasan utara yang kurang diminati investor.
Oleh karena itu, upaya pemerataan penyebaran investasi akan terus didorong. "Kami ingin investasi tidak hanya terkonsentrasi di selatan. Untuk itu, kami fokus menggenjot potensi kawasan utara," kata Agung.
Pihaknya telah menyusun kajian pengembangan investasi di utara Gunungkidul, termasuk optimalisasi Kawasan Peruntukan Industri di Kalurahan Candirejo, Semin.
"Kami juga telah menyelesaikan kajian bisnis di sekitar Jalur Lintas Selatan tahun ini. Hasilnya telah kami tawarkan kepada para investor," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Arif Aiman disorot akun Malaysia setelah Indonesia ditahan 0-0. Winger JDT itu disebut lebih hebat dari pemain Timnas Indonesia.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.