Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat realisasi investasi hingga akhir September 2025 mencapai Rp687,6 miliar. Investasi yang masuk masih didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, mengatakan minat investor untuk menanamkan modal di Bumi Handayani tumbuh positif. Hingga akhir September 2025, nilai investasi yang terealisasi mencapai Rp687.622.087.245.
Angka ini diprediksi masih akan bertambah mengingat triwulan IV-2025 masih berlangsung hingga Desember mendatang.
"Masih ada proses yang berjalan, dan kami berharap pertumbuhan investasi di Gunungkidul dapat semakin pesat," kata Mugiyanto, Minggu (9/11/2025).
Berdasarkan data yang terhimpun, sektor pertanian dan peternakan masih menjadi primadona dengan realisasi investasi sebesar Rp163.277.941.485.
Posisi kedua ditempati sektor pariwisata dengan nilai investasi Rp159.751.727.198, disusul sektor perdagangan senilai Rp115.979.843.749.
Pada posisi keempat, sektor kesehatan menyumbang Rp89.901.213.562, sedangkan sektor perindustrian mencatatkan Rp79.564.049.751.
"Pertanian dan peternakan memang paling diminati, dengan komoditas unggulan seperti ternak ayam petelur, ayam pedaging, dan usaha pembibitan," ujarnya.
Mengenai asal modal, Mugiyanto mengakui PMDN masih mendominasi dengan porsi mencapai Rp626.266.790.839. Sementara investasi asing (PMA) yang masuk baru sebesar Rp52.355.296.406.
"Mayoritas memang berasal dari dalam negeri, karena yang masuk sudah mencapai Rp626 miliar lebih," ungkap Mugiyanto.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Agung Danarto, menyatakan daya tarik destinasi wisata pantai menjadi faktor pendorong investasi, khususnya di kawasan selatan. Namun, kondisi ini menimbulkan ketimpangan dengan kawasan utara yang kurang diminati investor.
Oleh karena itu, upaya pemerataan penyebaran investasi akan terus didorong. "Kami ingin investasi tidak hanya terkonsentrasi di selatan. Untuk itu, kami fokus menggenjot potensi kawasan utara," kata Agung.
Pihaknya telah menyusun kajian pengembangan investasi di utara Gunungkidul, termasuk optimalisasi Kawasan Peruntukan Industri di Kalurahan Candirejo, Semin.
"Kami juga telah menyelesaikan kajian bisnis di sekitar Jalur Lintas Selatan tahun ini. Hasilnya telah kami tawarkan kepada para investor," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.