Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Pompa Sumur Bor di Gunungkidul
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Investasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Realisasi investasi di Gunungkidul terus menunjukkan tren positif pada awal 2026. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, hingga triwulan pertama, nilai investasi yang masuk mencapai Rp217.041.317.512.
Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, menjelaskan bahwa mayoritas investasi masih didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN). Dari total tersebut, sebesar Rp147,22 miliar berasal dari investor domestik, sedangkan Rp69,81 miliar merupakan penanaman modal asing (PMA).
“Modal yang masuk kebanyakan masih dari dalam negeri, dengan perhitungan mengacu pada realisasi maupun pengembangan usaha yang sudah berjalan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Didominasi Data OSS
Secara rinci, data investasi tersebut bersumber dari sistem Online Single Submission (OSS) sebesar Rp196,73 miliar, sementara Rp20,30 miliar lainnya berasal dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Dengan capaian ini, DPMPTSP optimistis target investasi 2026 sebesar Rp858 miliar dapat terpenuhi. Meski hingga triwulan pertama realisasi baru sekitar 25,28% dari target, tren pertumbuhan dinilai cukup menjanjikan.
Perdagangan Jadi Unggulan
Mugiyanto menyebut sektor perdagangan masih menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp72,9 miliar. Disusul sektor perindustrian sebesar Rp69,4 miliar dan energi sumber daya mineral (ESDM) Rp38,9 miliar.
Sementara itu, sektor pertanian menyumbang Rp15,3 miliar dan pariwisata sebesar Rp10,7 miliar. Sisanya berasal dari sektor pendidikan, koperasi, UMKM, dan bidang lainnya.
Capaian 2025 Lampaui Target
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, menambahkan bahwa tren investasi yang terus meningkat juga terlihat pada tahun sebelumnya. Pada 2025, realisasi investasi mencapai Rp851,7 miliar, melampaui target awal sebesar Rp831,4 miliar.
Pada tahun tersebut, sektor pertanian dan peternakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp174 miliar. Diikuti sektor pariwisata Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, kesehatan Rp137 miliar, serta perindustrian Rp115 miliar.
Menurut Aldian, total investasi tersebut tersebar dalam 8.127 proyek di 18 kapanewon. Kapanewon Wonosari menjadi wilayah dengan proyek terbanyak, yakni 1.660 titik. Disusul Playen sebanyak 1.049 proyek, Semanu 568 proyek, dan Ponjong 530 proyek.
“Sisanya tersebar di 13 kapanewon lainnya,” katanya.
Ia menegaskan, peningkatan investasi ini berdampak luas terhadap perekonomian daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin produktif dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.