Advertisement
Angka Buta Aksara di Gunungkidul Terus Ditekan
Ilustrasi Guru
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mencoba menekan angka penyandang buta aksara dengan mealkukan program penuntasan buta aksara dengan menyasar warga lanjut usia.
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, Disdikpora Gunungkidul, Suhadi mengungkapkan bedasarkan data yang ada melalui survei yang dilakukan petugas, jumlah orang buta huruf tercatat mencapai 16.937 warga, bahkan dinilai lebih.
Advertisement
“Dari tahun 2014 hingga 2018 ini kami sudah bisa menuntaskan 16.816 warga Gunungkidul yang masuk dalam kategori buta aksara. Tapi memang sebenarnya di lapangan masih sangat banyak sekali mereka yang tidak mengenal angka atupun huruf,” ujar Suhadi, Selasa (1/1/2019).
Para penyandang buta aksara ini juga diberikan keterampilan lain agar tidak jenuh dalam pembelajaran, karena mayoritas penyandang buta aksara sudah berusia 40 tahun hingga 60 tahun.
Untuk penyegaran kembali para lansia yang telah mendapat pembekalan baca tulis, pada 2019 direncanakan program keaksaraan lanjutan. Belasan ribu orang itu akan mengikuti pelajaran atau pembekalan ulang. Hal tersebut agar mereka tidak lupa dalam pengaplikasian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Puncak Arus Kedatangan Pemudik di Bantul Terjadi Hari Ini
- Rahang Tuna Bakar Jadi Menu Baru Andalan di Jogja, Ini Keistimewaannya
- Akhir Pekan Jadi Waktu Favorit Wisatawan Kunjungi Kawasan Kaliurang
- Pemudik Padati Jogja, Malioboro Jadi Magnet Utama
- Kunjungi Jogja, Kapolri Pastikan Keamanan Moda Transportasi
Advertisement
Advertisement









