Siklus Empat Tahunan Berulang, Waspadai Ancaman DBD

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Jum'at, 04 Januari 2019 21:15 WIB
Siklus Empat Tahunan Berulang, Waspadai Ancaman DBD

Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI

Harianjogja.com, SLEMAN—Selama 2018 jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) menurun dibanding tahun sebelumnya. Penurunan terjadi karena siklus empat tahunan. Peningkatan kasus DBD diperkirakan akan terjadi di tahun ini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman pada 2018 terdapat 143 kasus DBD dengan satu orang meninggal dunia. Jumlah tersebut menurun dibanding 2017 yang mencapai 427 kasus dengan tiga orang meninggal dunia.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sleman, Dulzaini, mengatakan siklus empat tahunan kasus DBD selalu terjadi di Sleman. Terakhir, peningkatan kasus yang sangat tajam terjadi di 2016. Saat itu terdapat 880 kasus DBD dengan sembilan orang meninggal dunia.

"Di 2018 terjadi penurunan kasus DBD karena memang siklusnya. Kalau berkaca pada siklus, kenaikan kasus bakal terjadi tahun ini [2019], tetapi kami sudah mengantisipasinya," kata Dulzaini saat ditemui Harian Jogja, Jumat (4/1/2018).

Dulzaini mengatakan di musim penghujan seperti saat ini jajarannya mengantisipasi merebaknya demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kasus DBD terjadi saat musim hujan dan saat kebersihan di lingkungan tempat tinggal tidak terjaga, sehingga banyak muncul jentik nyamuk penyebab DBD.

Selama awal musim hujan di Sleman khususnya November dan Desember terjadi 46 kasus DBD. Padahal sebelum November tidak ada kasus DBD yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dalam rentang November dan Desember, satu orang meninggal dunia karena DBD. "Demam berdarah terjadi karena banyak tampungan air yang dapat menjadi perindukan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penular DBD," kata Dulzaini.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati, Sleman, Agus Sudaryatno, menyatakan puncak musim hujan bakal terjadi di Februari. Beberapa hal yang perlu diwaspadai saat musim hujan tak hanya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, tetapi juga faktor kesehatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online