Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi longsor./ANTARA FOTO-Indra
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dari sekitar 60 sekolah di Kulonprogo yang masuk pada kategori rawan bencana, sampai saat ini hanya ada tiga sekolah yang sudah menerapkan Sekolah Siaga Bencana (SSB). Tahun ini, Pemkab Kulonprogo proyeksikan akan buat SSB di lima sekolah.
Kepala Pelaksanan BPBD Kulonprogo, Ariadi mengatakan, adanya SSB tersebut sebagai upaya dari BPBD dalam mitigasi bencana. "Kami kenalkan terkait potensi bencana. Materi yang dibawakan juga sesuai dengan potensi bencana di masing-masing wilayah," kata Ariadi kepada Harian Jogja, Rabu (16/1/2019).
Ariadi mengatakan di Kulonprogo pihaknya sudah memetakan potensi bencana di masing-masing wilayah. "Potensi longsor itu ada di daerah atas seperti Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap sebagian Nanggulan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Danantara dan BP BUMN menargetkan groundbreaking 12 kawasan smart city pada Desember 2026. Walini, Batang, dan Medan menjadi lokasi prioritas.
BNPT dan Pemprov Sumbar memperkuat peran guru dalam mencegah intoleransi, radikalisme, dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk mendapatkan masukan masyarakat terkait penyelenggaraan layanan
DPR berencana membahas RUU Penyadapan pada Desember 2026 setelah RUU Perampasan Aset rampung. Regulasi ini untuk mengatur batas dan mekanisme penyadapan.
Polres Gunungkidul mengungkap dua kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Polisi mengamankan dua truk, 12 barcode, dan 35 pelat nomor.