Pos Pengamatan Selokan Mataram Belum Mendapat Sosialisasi Terkait Pembangunan Tol Jogja - Semarang

Tampak depan Pos Pengamatan I Selokan Mataram, di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Jumat (18/1/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
20 Januari 2019 16:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Pos Pengamatan I Selokan Mataram, Suparno, mengatakan belum ada sosialisasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Pemkab Sleman, maupun Provinsi DIY terkait dengan rencana pembangunan Jalan Tol Jogja-Semarang yang diproyeksikan akan melewati daerah selokan mataram.

Tetapi, ia mengakui jika sudah ada upaya pengecekan kelayakan tanah untuk diambil sampelnya. "Kemungkinan diambil untuk diuji layak apa tidak untuk tiang tiang panjang, sudah pernah ada kalau itu," kata Suparno kepada Harian Jogja, Jumat (18/1) lalu.

Menurutnya, petugas yang melakukan uji sample tanah berasal dari konsultan atau kontraktor swasta. Hanya saja pengambilan uji sampel itu belum diketahui terkait kemungkinan akan dilalui jalan tol layang yang akan melewati Selokan Mataram. "Karena belum ada sosialisasi, katanya memang di atas Selokan Mataram," kata Suparno.

Pihaknya memberikan tanggapan positif soal pembangunan tol Jogja-Semarang yang akan melewati Selokan Mataram. "Kalau saya sih oke-oke saja, tapi dari Sri Sultan HB X kan pernah minta untuk pembangunannya di atas Selokan Mataram agar tidak mengganggu perekonomian warga, untuk pembebasan lahan juga lebih ringan, kalau di atas kemungkinan tanah yang dipakai kan tanah pengairan, karena tanah pengairan kan dari tengah as Selokan Mataram ke kanan dan kiri kurang lebihnya 11 meter, jadi kan pembebasannya yang kena dari warga setempat kan juga cuma sedikit," katanya.

Suparno menuturkan jika dirinya malah senang ada tol. "Karena akhir ahir ini Jogja itu tambah padat," katanya.

Ketika ditanya soal pembangunan Tol Jogja-Semarang apakah akan mengganggu infrastruktur Selokan Mataram, Suparno menyatakan jika pembangunan tersebut tidak akan mengganggu Selokan Mataram. "Malah enak kok teduh, mungkin malah bisa diperindah, agar sinkron dengan Selokan Mataram," katanya.