Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL - DPC PDIP Bantul siap membantu Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) guna mencegah money politic atau politik uang yang dirasa sering terjadi pada setiap penyelenggaraan Pemilu. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris DPC PDIP Bantul RS Kusbowo Prasetyo.
“Jadi kami siap membantu Bawaslu utuk mencegah praktek poilitik uang yang sering muncul di pemilu sebelumnya,” katanya kepada Harian Jogja pada Selasa (5/2).
Pada Pemilu tahun ini PDIP mengambil sikap bahwa yang mendapatkan sosialisasi tentang money politic tidak hanya partai-partai peserta pemilu, tetapi seluruh masyarakat juga harus memahami tentang money politic. Menurut Kusbowo jika sosialisai tersebut hanya diberikan kepada partai hal tersebut tidak memberikan dampak signifikan dan money politic tetap akan terjadi.
“Kami dan Bawaslu mempunyai pandangan yang sama, bahwa untuk mencegah money politic itu harus elemen yang diawasi dan diberikan sosialisasi. Kan sudah bukan rahasia umum lagi bahwa partai-partai yang sudah diperingatkan oleh Bawaslu tetap melakukan kecurangan [Money Politic],” ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa masih banyak partai yang sering menggandeng tokoh masyarakat guna melakukan money politic yang dibungkus dengan embel-embel ingin tahu aspirasi rakyat. Tindakan itu seringkali mengarah tidak sesuai dengan peraturan seperti memberikan materi tertentu kepada masyarakat.
“Kan masih banyak hal-hal kecil seperti itu [menjanjikan materi tertentu] yang belum terjangkau oleh Bawaslu, maka dari itu kami siap membantu Bawaslu untuk menanggulangi kecurangan-kecurangan yang sering terjadi dilapangan dengan cara memberikan pengertian kepada tim kami untuk menyebarluaskan kepada masyarakat bahwa money politic adalah hal salah,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.