Pengumuman SNBP Dibuka, Ribuan Orang Berebut Kursi di Untidar
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang DIY, Akhdiyat Setya Purnama (kiri) saat berkunjung ke Harian Jogja, Jumat (1/3/2019). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-- Jumlah klaim yang diberikan oleh PT Jasa Raharja (Persero) Cabang DIY tahun 2018 sebesar Rp76 miliar dengan angka santunan untuk korban luka-luka lebih besar daripada korban meninggal dunia dalam kasus kecelakaan lalu lintas.
Hal itu diungkapkan Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang DIY, Akhdiyat Setya Purnama, saat berkunjung ke Harian Jogja, Jumat (1/3/2019). Ia diterima oleh Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo.
Akhdiyat menyebutkan besar klaim ini mencapai 80% dari pendapatan premi Jasa Raharja. Dari klaim sejumlah Rp76 miliar, sebanyak Rp53 miliar di antaranya merupakan santunan untuk korban luka-luka, dan sisanya santunan untuk korban meninggal.
Besar santunan untuk korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas sebesar Rp50 juta, sedangkan untuk korban luka-luka besarnya bervariasi tergantung kondisi lukanya, termasuk untuk santunan cacat permanen.
Menurut kepala cabang Jasa Raharja (Persero) yang mulai bertugas di DIY sejak 1 Februari ini, angka pembayaran santunan saat ini menunjukkan tingkat fatalitas akibat laka lantas menurun. Sebab pembayaran santunan luka-luka lebih tinggi dibanding manfaat santunan meninggal dunia.
"Ini berbeda dengan sebelumnya, yang lebih banyak santunan korban meninggal," katanya, tanpa menyebut angka.
Hal ini, kata dia, dikarenakan makin mantapnya sinergi yang terjalin antara stakeholder penanganan laka-lantas mulai dari Kepolisian, Rumah Sakit, BPJS, Jasa Raharja dan instansi terkait lainnya.
Demi menekan angka fatalitas laka lantas, PT Jasa Raharja (Persero) turut berperan dengan memberikan dukungan kepada Polri dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan berkendara di jalan raya (safety riding).
Sasaran yang dituju terutama kelompok yang paling banyak mengalami kecelakaan yakni kaum milenial, usia 18-33 tahun. Kelompok umur kategori usia produktif inilah yang paling banyak mengalami kecelakaan dan mengajukan klaim laka lantas.
"Kami juga terus menggandeng komunitas-komunitas agar upaya sosialisasi lebih mengena," tambahnya.
Nugroho Nurcahyo mengatakan Harian Jogja juga mempunyai kegiatan serupa yakni Harian Jogja Goes to School. Di dalamnya, selain memberikan pengenalan jurnalistik, juga diisi dengan kegiatan pembekalan safety riding bekerja sama dengan salah satu pabrikan sepeda motor di Indonesia.
"Sasaran kami juga sama, usia produktif terutama siswa SMA yang saat ini banyak mengendarai sepeda motor ke sekolah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.