Pekerja Informal di DIY Bakal Dapat Payung Hukum Jaminan Sosial
Disnakertrans DIY menyiapkan Raperda jaminan sosial ketenagakerjaan untuk memperluas perlindungan pekerja informal di DIY.
Kreasi limbah kriya pelajar SD Kelurahan Karangwaru di Omah Sinau Masyarakat (Omsimas) Karangwaru. Ist/ Dok. Kelurahan Karangwaru
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Karangwaru, Kota Jogja, menggandeng akademisi dan komunitas untuk mengenalkan pengelolaan sampah kepada anak-anak sekolah dasar melalui kegiatan Omsimas Ku Bercerita.
Program ini tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mengajak anak-anak terlibat langsung dalam aktivitas pengolahan sampah. Sosialisasi Mas Jos dikombinasikan dengan kegiatan kriya limbah yang memanfaatkan botol plastik bekas.
Forum Bank Sampah (FBS) Kelurahan Karangwaru turut berperan menyediakan bahan limbah, sementara perajin Waru Craft mendampingi peserta agar hasil karya tetap aman dan menarik.
Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini dilakukan melalui kegiatan Omsimas Ku Bercerita yang digelar di Kelurahan Karangwaru, Kota Jogja, pada Sabtu (20/12/2025) lalu. Kegiatan ini menyasar anak-anak SD dengan pendekatan edukatif dan kreatif agar isu pengelolaan sampah lebih mudah dipahami.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Teknik Arsitektur UGM bersama Omah Sinau Masyarakat (Omsimas) Kelurahan Karangwaru. Rangkaian acara diisi dengan story telling bertema lingkungan yang dilanjutkan sosialisasi program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang digagas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo.
Sebanyak 75 anak dari kelas 4 hingga kelas 6 SD terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai sekolah se-Kelurahan Karangwaru dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Karangwaru, Caecilia Deasy Sandra Anindita, mengatakan kegiatan ini dirancang agar anak-anak tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengelolaan sampah.
“Kami ingin anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai usia mereka. Melalui cerita dan aktivitas kreatif, pesan tentang pemilahan sampah bisa lebih mudah melekat,” ujarnya.
Selain sosialisasi Mas Jos, anak-anak juga diajak mengikuti kegiatan kriya limbah. Dalam sesi ini, peserta membuat lampion dari botol bekas air mineral yang sebelumnya disiapkan oleh Forum Bank Sampah (FBS) Kelurahan Karangwaru.
Caecilia menjelaskan, keterlibatan anak-anak dalam kriya limbah diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai guna. Aktivitas ini sekaligus melatih kreativitas dan kerja sama antar peserta.
“Kami berharap dari kegiatan sederhana ini, anak-anak bisa membawa pulang pengalaman dan kebiasaan baru di rumah masing-masing. Mereka bisa menjadi agen perubahan kecil di lingkungan keluarga,” katanya.
Kegiatan Omsimas Ku Bercerita juga mendapat dukungan penuh dari lembaga kemasyarakatan kelurahan. Diantaranya kelompok Kerajinan Kain Waru Craft turut mendukung dengan mendampingi anak-anak dalam proses membentuk lampion. Para pengrajin memberikan arahan teknis sederhana, seperti cara menggunting bahan agar hasilnya tetap rapi dan menarik.
Melalui kolaborasi lintas unsur ini, Kelurahan Karangwaru berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pendidikan lingkungan berbasis masyarakat yang melibatkan anak-anak secara aktif.
Kolaborasi warga, akademisi, dan kelurahan di Karangwaru menunjukkan edukasi Mas Jos dapat berjalan efektif jika melibatkan anak-anak secara langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disnakertrans DIY menyiapkan Raperda jaminan sosial ketenagakerjaan untuk memperluas perlindungan pekerja informal di DIY.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.