ICCF Jadi Wadah Mahasiswa Asing di Jogja Saling Bertukar Budaya

Mahasiswa asing melayani stan kuliner dalam International Cultural and Culinary Festival (ICCF) di Sportorium, Senin (18/3/2019). - Ist/Humas UMY.
19 Maret 2019 05:57 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar International Cultural and Culinary Festival (ICCF) di Sportorium, Senin (18/3/2019). Kegiatan bertajuk Discover The World Through UMY  ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Jogja untuk bisa saling bertukar budaya melalui kuliner.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto mengatakan ICCF sejatinya menjadi wadah bagi mahasiswa asing yang berada di Jogja untuk bertukar budaya. Melalui kegatan itu mahasiswa bersama-sama memahami budaya yang ada di muka bumi dari Negara satu dengan lainnya. Namun ia tak menampik, bahwa kegiatan itu untuk lebih memperkenalkan UMY dan Indonesia kepada dunia, serta meningkatkan kerja sama UMY dengan dunia internasional.

"Melalui ICCF ini semua dapat mengenal berbagai budaya, dari mulai kesenian hingga makanan yang berasal dari 30 negara," katanya dalam rilis kepada Harian Jogja.

Kepala Kantor Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional UMY Eko Priyo Purnomo menambahkan ada 30 negara yang berpartisipasi dalam ICCF 2019 ini. Mereka menyuguhkan budaya dari negaranya masing-masing dalam bentuk masakan hingga pertunjukan. Jumlah itu meningkat dari gelaran serupa pada 2018 dilam, sehingga dengan 30 negara berkumpul di Sportorium UMY, ICCF 2019 memberikan kesan lebih besar eventnya.

“Selain menyantap dan bertukar rasa melalui kuliner besok juga mereka akan kami ajak untuk keliling Jogja. Sebagai bentuk kepedulian UMY untuk lebih memperkenalkan Indonesia terhadap mereka," ujarnya.

Adapun 30 negara tersebut antara lain Malaysia,Thailand, Ukraina, Japan, Philippina, Tanzania, Suriame, Ghana, Itali, Timor Leste, Rwanda, Amerika Serikat. Selain itu Vietnam, Turki, Spanyol, Turkmenistan, Yaman, Taiwan, Colombia, Pakistan, Nigeria, Sudan, Mexico, China, Palestina dan Hungaria. Mereka seluruhnya menyuguhkan makanan khas dari tiap yang dapat dinikmati oleh pengunjung ICCF.

Lewat makanan dan kuliner tersebut, lanjutnya, sebanyak, 3000 peserta yang hadir diharapkan dapat merasakan dan memahami perbedaan budaya dari tiap negara. Karena melalui budaya dan kuliner itu pula, jendela budaya internasional para pengunjung itu akan terbuka.

“Kami juga berharap agar pelaksanaan ICCF tahun depan bisa lebih meriah dan lebih banyak diikuti oleh partisipan dari berbagai negara,” ujarnya.