DIES NATALIS STTKD: GKR Hemas Akan Berdiskusi dengan Taruna Taruni

Jajaran pejabat struktural STTKD dan yayasan berfoto bersama dengan GKR Hemas, seusai audiensi menyambut Dies Natalis XXIV STTKD, Rabu (27/3 - 2019).(ist.Humas STTKD)
29 Maret 2019 09:17 WIB Uli Febriarni Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) mengisi Dies Natalis XXIV dengan sejumlah acara. Puncaknya, kampus yang berada di Bantul ini, menggandeng GKR Hemas dalam sebuah seminar nasional, awal Mei 2019.

Sekretaris Perguruan Tinggi STTKD Wasfan Widodo mengungkapkan seminar nasional dilatarbelakangi dengan kondisi 60% dari total 3.500 peserta didik STTKD merupakan taruni (siswa perempuan). Dalam seminar itu, Ratu Ngayogyakarta Hadiningrat itu akan memberikan materi perihal kesiapan para perempuan alumni STTKD, untuk turut berperan dalam dunia kedirgantaraan, khususnya menyambut New Yogyakarta International Airport (NYIA).

"Kami mengharap motivasi dari GKR Hemas, agar mereka [peserta didik] jangan pesimistis," kata dia, Kamis (28/3/2019).

Dipilihnya GKR Hemas sebagai pembicara, karena dia merupakan perempuan yang aktif dalam berkarier sekaligus merupakan Ratu Jogja. Lewat pengalaman yang dimiliki, akademisi menilai ia bisa memberikan wacana tepat tentang menghadapi masa depan.

Selain seminar nasional, Dies Natalis yang mengusung tema 24 Tahun, STTKD Siap Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Bidang Kedirgantaraan itu, diisi pula dengan sejumlah rangkaian seperti cerdas cermat SMA, lomba salawat, jalan sehat bersama warga sekitar kampus dan lainnya.

Menurut Wasfan, dalam menyambut NYIA di Kulonprogo, STTKD tidak membuka kelas khusus kedirgantaraan di Kabupaten Kulonprogo. Namun sedikitnya ada 20 siswa terbaik Kulonprogo, menempuh pendidikan di STTKD.

”Tentunya, setelah mereka lolos seleksi yang dilakukan pemerintah kabupaten setempat. Mereka berada di jurusan ground handling, manajemen transportasi, manajemen transportasi udara,” kata dia.

Disinggung terkait evaluasi menyambut Dies Natalis, Wasfan mengatakan STTKD secara bertahap terus mengevaluasi kualitas pendidikan dan kuantitas peserta didik. Ia menyatakan seiring waktu berjalan, peminat STTKD terus meningkat signifikan. Pada 2017, terjadi peningkatan jumlah taruna-taruni pendaftar mencapai 50% dibanding tahun sebelumnya. Pada 2018, ada 1.318 peserta diterima dari jumlah pendaftar mencapai 6.000 orang.

"Selain adanya NYIA, pemerintah terus meng-upgrade bandar udara di Indonesia dan meningkatkan statusnya, terutama yang berada di luar Jawa. Sehingga menjadi peluang bagi para alumni, karena bandar udara membutuhkan lulusan yang minimal setara lulusan STTKD," jelas dia.

Dari sisi kualitas, STTKD akan menambah dua program studi baru dan dalam jangka panjang secara bertahap mengubah lembaga menjadi universitas. Sejak sekarang, STTKD terus bebenah diri untuk mengembangkan kualitas belajar mengajar di internal, penambahan ruang, penambahan fasilitas belajar untuk menyambut datangnya peserta didik baru.