Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi Kekurangan gizi./Save The Children
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul belum terlepas dari masalah kesehatan, khususnya gizi buruk yang dialami anak balita. Berdasar data, hingga saat ini masih terdapat 167 anak balita penderita gizi buruk di Bumi Handayani.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gizi buruk, di antaranya faktor ekonomi keluarga sehingga pada usia satu sampai tiga tahun anak balita tidak mendapat asupan gizi yang baik, sanitasi di rumah yang kurang bersih, dan rendahnya tingkat pendidikan orang tua sehingga tidak tahu tentang pentingnya kecukupan gizi.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, mengatakan berdasarkan data, terdapat 2.146 anak balita yang kekurangan gizi. Dinkes hingga saat ini terus berupaya memberikan edukasi kepada ibu-ibu muda mengenai pentingnya gizi bagi anak. "Kami bekerja sama dengan puskesmas yang ada di tiap daerah selalu memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu agar sadar gizi," ucapnya, Selasa (2/4/2019). Menurutnya, puskesmas juga mendata jumlah anak balita yang menderita gizi buruk maupun kurang gizi. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk membuat program penanganan soal gizi buruk.
Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Gunungkidul, Trianawati, menuturkan setiap tahun ditemukan anak balita yang menderita gizi buruk serta kurang gizi. Dengan melihat kondisi di lapangan, upaya untuk menihilkan kasus gizi buruk untuk saat ini masih sulit. "Di hampir semua kecamatan kecamatan di Gunungkidul ditemukan kasus anak balita kurang gizi maupun gizi buruk," ujarnya, Selasa.
Dikatakan Trianawati, edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui terkait dengan pemberian asupan gizi juga terus dilakukan. "Selain asupan gizi, kami juga melakukan deteksi dini kesehatan mental kepada para orang tua," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.