Pembangunan Rumah Sakit di Saptosari Masuk Tahap Akhir, Tahun Depan Mulai Beroperasi

Ilustrasi rumah sakit - Reuters
03 April 2019 09:07 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Pembangunan rumah sakit tipe D di Desa Jetis, Kecamatan Saptosari memasuki tahap akhir pada 2019 ini. Pembangunan rumah sakit tipe D sudah dimulai sejak 2017 dan 2018 lalu.

Anggaran yang digunakan untuk membangun rumah sakit tersebut pada 2017 sekitar Rp15 miliar, sedangkan pada 2018 sekitar Rp25 miliar. Anggaran bersumber dari APBD.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman (DPURKP) Gunungkidul, Agus Subariyanto, mengatakan pada 2017 tahap awal penyiapan lahan dan persiapan struktur bangunan.

Untuk 2018, pembangunan meliputi penyelesaian bangunan unit C. “Selain pembangunan gedung unit C juga menyelesaikan sebagian bangunan unit A,” ujar, Senin (1/4/2019).

Lebih lanjut dijelaskanya, anggaran untuk tahap akhir pembangunan rumah sakit tersebut kurang lebih Rp9,5 miliar. “Untuk tahun ini kami berfokus pada pengerasan halaman, pintu gerbang, taman dan drainase,” kata dia.

Saat ini masih ada dalam tahap pelelangan. Rencananya pembangunan bakal dilakukan seusai Lebaran yaitu pada Juni 2019.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, menyatakan rencananya rumah sakit tersebut baru beroperasi pada akhir 2020. Menurutnya, Dinkes akan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. “Peralatan yang kurang bisa disiapkan,” ujarnya.

Pada 2019 ini, dikatakan Dewi, sedang dilakukan penyusunan regulasi terkait dengan pengisian sumber daya manusia dan lain-lainnya.

Pembangunan RS tipe D di Kecamatan Saptosari merupakan upaya pemerataan fasilitas kesehatan. Pasalnya, di bagian selatan Gunungkidul belum ada RS swasta atau milik pemerintah.