Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono memegang surat imbauan tentang merebaknya virus Corona dan diimbau untuk tidak bepergian ke luar negeri terlebih dahulu.-Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, SLEMAN- Universitas Gadjah Mada (UGM) mempertimbangkan untuk membatalkan pertemuan-pertemuan yang melibatkan tamu dari luar negeri. Hal itu dilakukan mencegah merebaknya virus Corona (Covid-19) ke dalam negeri. Penyakit mematikan itu bahkan kini sudah masuk ke Indonesia.
Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono menyatakan sudah banyak agenda yang akan mengundang tamu dari luar negeri, baik mahasiswa ataupun dosen. Namun, karena alasan kesehatan pihaknya berencana untuk menundanya sementara waktu.
"Risikonya kami pikirkan, tidak hanya mereka yang datang ke sini tapi kami sebagai tuan rumah," katanya kepada wartawan, Senin (2/3/2020).
Demi kepentingan yang lebih besar, kata dia, UGM mempertimbangkan untuk menunda acara-acara yang punya risiko tinggi bagi kesehatan. UGM sedang komunikasi dengan para tamu dan melakukan assesment bersama pada acara yang sudah direncanakan itu.
"Intinya acara akan tetap dilaksanakan atau ditunda," ujarnya.
Tamu yang akan datang ke UGM tidak hanya dari benua Asia saja, tetapi juga dari Eropa. Mengenai batas waktu penundaan, UGM belum bisa memberikan jawaban.
Meski begitu, perkembangan virus Corona di seluruh dunia akan dipantau,terutama kebijakan pemerintah akan seperti apa.
Sementara ini, UGM belum menghubungi pembicara maupun dosen dari luar negeri ihwal penundaan pertemuan. "Dari rapat tadi, kami mendorong untuk melakukan penilaian dan evaluasi secara lebih baik dalam waktu yang singkat ini, kalau perkembangannya tidak menguntungkan, akan dikomunikasikan kepada mereka untuk tidak melakukan perjalanan ke Indonesia," katanya.
Menurutnya, daftar negara-negara dengan jumlah kasus virus ini yang tergolong tinggi, menjadi bahan catatan apabila ada tamu yang berasal dari negara tersebut.
Kala ditanya soal penggunaan masker, katanya, apapun yang bisa dilakukan akan dilakukan secara baik dan cepat. Seperti menggunakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer serta menyediakan masker.
"Kalau itu dibutuhkan," kata dia.
Sebelumnya, Rektor UGM Panut Mulyono membenarkan surat edaran berisi sejumlah imbauan yang ditandatanganinya tersebut. "Itu (imbauan) benar, sudah dinyatakan dalam surat edaran itu. Edaran tersebut tujuannya untuk kehati-hatian dan menghindari yang tidak diinginkan," ujar dia.
Adapun, edaran tersebut berisikan sehubungan dengan semakin merebaknya wabah COVID-19 (Coronavirus Disease yang mulai terjadi pada 2019) dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka ia dan jawatannya menghimbau seluruh sivitas UGM untuk menangguhkan perjalanan ke luar negeri untuk keperluan yang dapat ditunda.
"Terutama di negara negara terdampak COVID-19," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.