Gelombang Tinggi Kulonprogo, 3 Warung di Pantai Trisik Roboh
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Foto penampakan jetty di muara Sungai Bogowonto dari udara. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO— Jetty atau pemecah gelombang di sebelah barat kawasan Pantai Congot, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulonprogo mengalami kerusakan akibat hantaman gelombang tinggi dan abrasi. Meski bagian ujung struktur bergeser sekitar 6 meter, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memastikan fungsi utama bangunan pengaman muara Sungai Bogowonto tersebut masih berjalan.
Kerusakan terjadi pada bagian ujung selatan jetty yang berhadapan langsung dengan laut. Kondisi tersebut dipicu gelombang tinggi yang menerjang kawasan pesisir selatan Kulonprogo dalam beberapa hari terakhir.
Bhabinkamtibmas Kalurahan Jangkaran, Aiptu Dian Kusuma, mengatakan laporan mengenai kerusakan jetty telah diterima sejak dua hari sebelum dilakukan pemantauan di lokasi.
"Kami menerima laporan dari warga bahwasanya jetty sebelah barat ini mengalami abrasi dan ambrol. Laporan tersebut sudah masuk sejak dua hari yang lalu," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (13/8/2026).
Menurut Dian, kerusakan terkonsentrasi pada bagian ujung selatan jetty yang langsung terkena hantaman ombak. Kondisi laut juga disebut cukup berbahaya karena ketinggian gelombang meningkat secara signifikan.
"Ketinggian gelombang air laut saat ini sangat besar, diperkirakan bisa mencapai lima meter hingga 10 meter," katanya.
Untuk mencegah warga mendekati lokasi berbahaya, garis polisi telah dipasang di sekitar jetty. Area tersebut diketahui kerap digunakan warga untuk memancing.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan ketika berada di kawasan pesisir selatan Kulonprogo. Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Congot maupun Pantai Glagah diminta tidak bermain air atau beraktivitas di bibir pantai selama kondisi gelombang tinggi.
Kerusakan Jetty Kulonprogo Sekitar 2 Persen
Sementara itu, BBWSSO Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan identifikasi awal terhadap kondisi jetty Barat Muara Sungai Bogowonto.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II BBWSSO Kementerian PU, Dicky Maulana, mengatakan gelombang tinggi menyebabkan sejumlah struktur tetrapod pada ujung jetty bergeser sepanjang kurang lebih 6 meter.
Meski mengalami pergeseran, kerusakan tersebut secara fisik masih tergolong ringan.
"Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya pergeseran tetrapod di bagian ujung sepanjang kurang lebih 6 meter. Jika dihitung secara persentase, kerusakan fisiknya tergolong minor, yakni sekitar 2 persen," ujar Dicky.
Dicky menjelaskan jetty Muara Sungai Bogowonto memang dirancang menggunakan sistem tumpukan tetrapod rubble mound. Struktur tersebut bersifat dinamis dan memiliki rongga yang berfungsi meredam energi gelombang laut.
Karena itu, pergeseran sebagian tetrapod tidak secara otomatis membuat fungsi bangunan pengaman muara terganggu.
Menurut Dicky, jetty masih dapat menjalankan fungsi utamanya, yakni membantu menjaga muara Sungai Bogowonto dari ancaman sedimentasi, memperlancar aliran debit banjir menuju laut, serta menjaga stabilitas kawasan muara.
BBWSSO Pasang Rambu Peringatan
Meski fungsi jetty masih berjalan, BBWSSO tetap melakukan langkah antisipasi mengingat potensi gelombang susulan masih ada.
Rambu peringatan dipasang di sekitar lokasi yang dianggap rawan. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas di area jetty ataupun mendekati bagian bangunan yang mengalami pergeseran.
Untuk perbaikan permanen, BBWSSO masih menunggu kondisi cuaca dan gelombang laut membaik. Tim teknis akan diterjunkan setelah situasi dinilai cukup aman untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
"Setelah kondisi aman, kami akan melakukan pengukuran topografi, analisis penurunan tanah, pemeriksaan kondisi fisik tetrapod, hingga evaluasi pola gelombang. Metode penanganan—apakah cukup reposisi atau perlu penambahan tetrapod baru—akan ditentukan kemudian," jelas Dicky.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat. BBWSSO belum menetapkan apakah tetrapod yang bergeser cukup dikembalikan ke posisi semula atau perlu ditambah dengan unit baru.
Perbaikan Jetty Koordinasi dengan YIA
Dicky mengatakan pelaksanaan perbaikan nantinya membutuhkan koordinasi dengan pengelola Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Hal tersebut berkaitan dengan penggunaan alat berat untuk mengangkut dan menata kembali tetrapod.
Penggunaan alat berat di kawasan tersebut memiliki batasan ketinggian sehingga tidak mengganggu jalur penerbangan di sekitar YIA.
Sementara itu, kebutuhan anggaran perbaikan belum dapat ditentukan. Nilai biaya baru bisa dihitung setelah volume kerusakan akhir diketahui dan metode penanganan teknis telah ditetapkan sesuai dengan panduan Operasi dan Pemeliharaan (OP).
Dengan kondisi tersebut, BBWSSO memastikan kerusakan jetty saat ini belum mengganggu fungsi utama pengamanan Muara Sungai Bogowonto. Namun, masyarakat tetap diminta menjauhi lokasi karena gelombang tinggi masih berpotensi membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Kumpulan doa tolak bala untuk memohon perlindungan dari musibah, bencana, kesulitan, gempa, petir, hujan hingga berbagai marabahaya.
Jadwal Bus DAMRI Jogja-YIA tersedia dari 4 titik keberangkatan. Cek jam operasional, tarif Rp80.000, serta cara pembayaran nontunai.
Perhelatan JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank resmi membuka pendaftaran untuk dua program utamanya.
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
SIM Keliling Bantul hadir di MPP, Gilangharjo, Wukirsari hingga Parasamya. Cek jadwal, syarat, lokasi, jam layanan, dan biayanya.