Dugaan Pungli Food Truck di Alkid Jogja, Anggota Polsek Kraton Aipda S Masuk Patsus
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Foto ilustrasi irigasi persawahan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan jaringan irigasi di DIY dinilai tidak cukup hanya ditandai dengan tingginya capaian fisik proyek. Infrastruktur yang telah dibangun harus segera dimanfaatkan dan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan pengairan petani.
Hal tersebut disampaikan Komisi C DPRD DIY setelah meninjau peningkatan jaringan Daerah Irigasi (DI) Tirtorejo di Jogotirto, Berbah, Sleman. Proyek tersebut kini telah mencapai progres 98%, melampaui target pekerjaan yang berada di angka 87%.
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, mengatakan percepatan pembangunan merupakan hal positif sepanjang tetap dibarengi dengan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran daerah harus segera memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi percepatan pembangunan jaringan irigasi, termasuk di Berbah ini yang telah mencapai 98 persen. Deviasi positif hingga 10 persen menunjukkan komitmen yang kuat dari pelaksana dan pengawasan yang baik,” kata Nur, Jumat (25/9/2026).
Irigasi Harus Segera Dimanfaatkan Petani
Dengan progres pembangunan yang telah mendekati selesai, Nur berharap sisa pekerjaan dapat segera dituntaskan. Setelah rampung, jaringan irigasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya diukur berdasarkan persentase penyelesaian proyek. Manfaat yang dirasakan masyarakat setelah infrastruktur digunakan juga menjadi bagian penting dari hasil pembangunan.
Proyek peningkatan jaringan DI Tirtorejo tersebut memiliki alokasi anggaran Rp666 juta dari APBD DIY 2026. Pekerjaan dilaksanakan dengan masa kontrak selama 120 hari.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi C DPRD DIY juga melihat langsung kondisi pekerjaan dan menyerap masukan dari kelompok tani mengenai manfaat jaringan irigasi. Masukan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap penggunaan infrastruktur setelah proyek selesai.
Nur menegaskan percepatan pekerjaan tetap harus disertai perhatian terhadap kualitas konstruksi. Setelah pekerjaan rampung, masa pemeliharaan perlu dimanfaatkan untuk memastikan saluran tetap berfungsi dengan baik dan tidak cepat mengalami kerusakan.
“Terutama nanti kepada kelompok tani, setelah ini dirawat. Jangan sampai pinggiran saluran ditanami rumput atau tanaman yang bisa merusak konstruksi. Ini sudah menggunakan anggaran negara, masyarakat tinggal memanfaatkan dan mudah-mudahan bermanfaat,” ujarnya.
Air Irigasi Penting Saat Kemarau
Nur mengatakan keberadaan jaringan irigasi memiliki arti lebih luas daripada sekadar pembangunan infrastruktur. Ketersediaan air yang lebih terjamin diharapkan dapat membantu petani mempertahankan kegiatan produksi, termasuk ketika memasuki periode kemarau.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi C DPRD DIY, Cintya Amanda Labetta Arie Seno. Menurutnya, infrastruktur pengairan memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian di masyarakat.
Kebutuhan terhadap pasokan air menjadi semakin penting ketika petani menghadapi musim kemarau. Karena itu, keberadaan jaringan irigasi diharapkan dapat membantu menjaga kegiatan dan hasil pertanian.
“Semoga dengan adanya saluran irigasi ini semakin baik lagi dan kalau musim kemarau, hasil pertanian juga tidak akan terganggu karena sudah ada yang menyuplai airnya,” kata Cintya.
Cintya menilai dukungan infrastruktur pengairan dapat memperkuat aktivitas pertanian yang selama ini telah berjalan di masyarakat. Penyelesaian proyek menjadi penting agar infrastruktur tersebut dapat segera digunakan dan manfaatnya dirasakan petani.
Sisa Pekerjaan 2 Persen Perlu Dituntaskan
Di sisi lain, percepatan pembangunan jaringan irigasi tetap perlu dibarengi dengan pengawasan kualitas. Dengan capaian pekerjaan yang sudah mencapai 98%, masih terdapat sekitar 2% pekerjaan yang perlu diselesaikan.
Nur mengatakan sisa pekerjaan tersebut perlu segera dituntaskan agar jaringan irigasi dapat berfungsi secara optimal. Setelah pekerjaan selesai, pemeliharaan dan pemanfaatan oleh kelompok tani juga menjadi perhatian.
Pembangunan jaringan DI Tirtorejo tersebut pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada capaian fisik proyek. Infrastruktur yang telah dibangun perlu dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga dapat mendukung kebutuhan air serta produktivitas pertanian masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.