Kemenag Kulonprogo Bekali Juleha dengan 10 Kompetensi Halal

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Kamis, 24 September 2026 17:07 WIB
Kemenag Kulonprogo Bekali Juleha dengan 10 Kompetensi Halal

Ilustrasi penyembelihan hewan kurban. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulonprogo bersama lintas guru menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) berbasis kompetensi. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Pengasih ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan penyembelihan hewan sesuai ketentuan syariat Islam.

Pelatihan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat ekosistem halal di Kabupaten Kulonprogo. Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai teori penyembelihan halal, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung.

Ketua Panitia, Imam Choiril Muttaqin, mengatakan pelatihan dirancang agar peserta memiliki pemahaman sekaligus kemampuan teknis yang dapat diterapkan ketika melakukan penyembelihan hewan di lapangan.

Menurut dia, kolaborasi antara Kantor Kemenag Kulonprogo, MGMP PAI berbagai jenjang, KKG PAI, dan JULEHA menjadi langkah penting dalam memperkuat edukasi mengenai halal di tengah masyarakat.

"Terlebih, guru PAI memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pengetahuan keagamaan kepada murid dan masyarakat. Sehingga pemahaman mengenai halal diharapkan dapat terus ditularkan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

Guru PAI Punya Peran Strategis

Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil, menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap jaminan produk halal di Bumi Binangun.

"Pemahaman tentang halal perlu dibangun secara menyeluruh. Termasuk pada proses penyembelihan hewan yang menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan produk pangan yang terjamin kehalalannya," tegasnya.

Wahib juga mendorong agar kompetensi juru sembelih halal terus diperkuat melalui kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, keberadaan juru sembelih yang memahami standar syariat sekaligus memiliki keterampilan teknis dibutuhkan agar proses penyembelihan dapat dilakukan secara benar.

Penguatan kompetensi tersebut diharapkan membuat proses penyembelihan tidak hanya sesuai dengan ketentuan agama, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan ketertelusuran produk halal.

Peserta Pelajari 10 Kompetensi Juleha

Dalam pelatihan tersebut, materi disampaikan oleh tiga narasumber dari JULEHA, yakni Ari Bagus Widiyanto, Agus Wiratmo, dan Putut Proboseto.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai 10 kompetensi juru sembelih halal. Kompetensi tersebut mencakup berbagai aspek pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penyembelihan sesuai standar halal.

Materi tidak berhenti pada penyampaian teori. Peserta juga mengikuti praktik penyembelihan kambing dan ayam dengan pendampingan langsung dari para pemateri.

Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam pelatihan karena peserta dapat melihat sekaligus menerapkan tahapan penyembelihan yang sebelumnya telah dipelajari melalui materi teori.

Melalui praktik secara langsung, peserta diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai penerapan kompetensi juru sembelih halal ketika berada di lapangan.

Pelatihan Juru Sembelih Halal Berbasis Kompetensi ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ekosistem halal di Kulonprogo. Kolaborasi antara Kemenag, guru PAI, KKG PAI, MGMP PAI, dan JULEHA juga diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pentingnya proses penyembelihan yang sesuai dengan ketentuan halal di masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online