OJK Catat Pembiayaan Investasi Multifinance Rp167,89 Triliun
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Ilustrasi turis asing./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Sektor wisata di DIY ikut terpukul karena wabah virus Corona.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo mengakui wabah virus corona telah berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerahnya.
"Di Yogyakarta memang (virus Corona) sekarang telah membawa dampak walaupun tidak signifikan," katanya di Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Yogyakarta, Rabu (19/2/2020).
Meski beberapa pekan lalu menyatakan virus corona belum ada pengaruhnya, menurut Singgih, saat ini dampak itu mulai terasa karena sejumlah negara, termasuk Asia Tenggara telah meminta warganya meningkatkan kewaspadaan.
Bahkan, Singapura telah menaikkan status travel warning dari kuning menjadi orange akibat virus corona.
"Ini berpengaruh terhadap lalu lintas para turis termasuk ke Yogyakarta karena Yogyakarta ini kan penerbangan langsungnya dari Singapura dan Malaysia," kata dia.
Menurut Singgih, dampak tersebut dapat dilihat dari pembatalan maupun penundaan pemesanan kamar hotel di DIY.
Berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, ia menyebutkan penundaan hingga pembatalan pemesanan kamar hotel hingga saat ini memiliki persentase mencapai dua persen.
Pembatalan itu, menurut dia, bukan hanya dilakukan wisatawan China, melainkan juga dari sejumlah negara Eropa dan Asia.
"Kemudian dari Asita (Asosiasi Biro Perjalanan Wisata) DIY menyampaikan bahwa sudah ada yang membatalkan dan menjadwalkan ulang paket perjalanan wisata. Tidak banyak, tapi saya yakin itu pengaruhnya sudah ada," kata dia.
Menurut Singgih, pengaruh virus corona pada industri pariwisata di DIY belum signifikan karena saat ini masih memasuki masa low season atau musim sepi kunjungan yang biasa terjadi pada Januari, Februari, dan Maret setiap tahun.
"Tapi kalau ini berlarut-larut akan menimbulkan dampak yang lebih besar," kata dia.
Meski demikian, Singgih menegaskan tidak akan mengubah target kunjungan wisman tahun ini.
Selama 2020, ia optimistis jumlah wisman di DIY mencapai lebih dari 500.000 orang atau meningkat dari realisasi 2019 sebanyak 433.000 wisman.
"Dengan kondisi seperti ini target 2020 tak berubah. Target tetap," kata Singgih.
Ia berharap wisman maupun wisatawan Nusantara (wisnus) tidak ragu datang ke Yogyakarta karena sejumlah upaya antisipasi telah dilakukan, di antaranya dengan mendirikan Posko Waspada Corona bersama Angkasa Pura (AP) I di Terminal B Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.
"Selain itu, pokdarwis (kelompok sadar wisata) di DIY juga sudah kami imbau untuk memberlakukan pola hidup bersih dan sehat," kata dia.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono membenarkan bahwa dampak merebaknya virus yang bersumber dari Wuhan, China itu, kini telah dirasakan pelaku bisnis perhotelan di kota gudeg.
"Sampai dengan saat ini ada penundaan dan pembatalan (pemesanan kamar hotel) tapi sangat sedikit sekali. Tidak kurang dari dua persen karena saat ini bulan-bulan low season," kata Deddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
BMKG memprakirakan Jogja berawan tebal hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi hujan sedang hingga lebat
Sidang praperadilan eks Jampidsus Febrie Adriansyah mempersoalkan penetapan tersangka, penggeledahan, penyitaan hingga sprindik
Donald Trump membuka peluang bertemu kembali dengan Kim Jong Un pada November 2026 saat kunjungan ke Asia.
Dokter menjelaskan miom dan kista tertentu dapat ditangani dengan operasi tanpa mengangkat rahim melalui teknik bedah minimal invasif.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.