Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Petugas BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta melayani masyarakat melalui Mobile Customer Service (MCS) di Balai Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Senin (22/4/2019)./Istimewa-BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA—Guna memudahkan akses masyarakat terhadap kepengurusan administrasi kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Seha (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta kembali menghadirkan Mobile Customer Service (MCS). Kali ini, MCS dioperasikan di Balai Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul setiap Senin dan Selasa, mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB.
Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Khoirur Rosidi, mengatakan kehadiran MCS ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kepuasan peserta. Pasalnya, peserta JKN-KIS kini tak perlu lagi ke kantor cabang untuk mengurus administrasi kepesertaan. Misalnya, pendaftaran peserta, perubahan data, informasi, edukasi dan lainnya. “Dengan MCS ini, semua bisa dilakukan,” katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (22/4/2019).
Dia menjelaskan program MCS ini merupakan program percepatan cakupan kepesertaan dengan menggunakan mobil customer service. Mobil ini akan stand by di titik-titik tertentu sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Melalui program ini, BPJS Kesehatan berupaya jemput bola peserta memberikan pelayanan maksimal sehingga target peserta dan kepuasan peserta meningkat.
Dia menjelaskan hingga 4 April, cakupan kepesertaan wilayah DIY sudah mencapai 95,87% dengan rincian Kota Jogja sebanyak 99,75%; Bantul 95,82%; Gunungkidul 95,06%; Sleman 96%; dan Kulonprogo 93,51%. “Seluruh masyarakat kami harapkan segera mendaftarkan diri dan anggota keluarganya menjadi peserta program JKN-KIS. Kami dorong agar cakupan kepesertaan menjadi 100 persen,” kata dia.
Selain MCS, BPJS Kesehatan diakui dia juga mengembangkan aplikasi Mobile JKN yang dapat mempermudah peserta mengurus administrasi kepesertaan. Namun, tak bisa dipungkiri, masih ada peserta yang belum dapat memanfaatkan aplikasi tersebut karena terkendala latar belakang pendidikan, usia, ekonomi dan lainnya. “Itulah sebabnya, MCS ini bisa jadi alternatif untuk mengurus kepesertaan [JKN-KIS],” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.