Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Panitia menyiapkan nasi untuk buka bersama di Masjid Jogokariyan, Selasa (7/5/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan di Masjid Jogokaryan kali ini kembali semarak dengan berbagai kegiatan yang selalu menarik perhatian masyarakat. Salah satunya yang menjadi tradisi adalah penyediaan takjil yang jumlahnya mencapai ribuan porsi.
Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Saiful Batsa mengatakan untuk buka puasa bersama, panitia menyiapkan 2.500 porsi makanan yang diwadahi di piring. Penempatan makanan dalam piring dipilih agar masyarakat menikmati hidangan buka puasa bersama-sama di masjid dan bukan untuk dibawa pulang.
“Peserta buka puasa bersama selalu membeludak. Di hari pertama [Senin, 6/4/2019], porsi yang kami siapkan kurang. Kami antisipasi dengan roti basah dan air mineral," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (7/5/2019).
Tak hanya ribuan porsi takjil, Ramadan di Masjid Jogokariyan juga diramaikan dengan pasar sore di sepanjang jalan di Kampung Jogokaryan. Saiful mengatakan ada sekitar 250 stan yang berjualan di pasar sore itu. “Pedagang dari warga Jogokariyan, masyarakat luar Jogokariyan, dan mahasiswa. Bahkan ada beberapa brand terkenal,” ucap dia.
Secara keseluruhan, kata dia, kegiatan ramadan di Masjid Jogokariyan dibagi jadi tiga bagian, yakni pra-Ramadan, Ramadan, dan pasca-Ramadan. Pra-Ramadan, Masjid Jogokaryan menggelar pengajian akbar dengan mengundang komunitas hijrah dari artis di Jakarta.
Sedangkan untuk sesi Ramadan, dibuka dengan tarawih akbar. Selama empat hari pertama, tarawih dan salat Subuh berjamaah diimami oleh Syekh Yusuf dari Palestina. “Sedangkan untuk pasca-Ramadan, kami akan menggelar Syawalan,” ucap dia.
Salah satu pedagang yang turut ambil bagian dalam pasar sore di sekitar Masjid Jogokariyan, Hesti Aprilia, mengaku baru kali pertama mengikuti acara tersebut. Warga Wijilan, Jogja, itu mengaku penasaran lantaran tiap tahun, event Ramadan yang digelar Masjid Jogokariyan selalu ramai dikunjungi masyarakat. “Ini saya jajal peruntungan. Saya jual alpukat kocok. Beda dengan jus, minuman ini berisi buah yang diiris-iris dan dikocok dengan air, es batu, gula dan susu. Harganya bervariasi, mulai dari Rp5.000-Rp10.000,” kata Hesti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Google Meet meluncurkan fitur AI Gemini yang mampu merekam, menyalin, dan merangkum rapat tatap muka secara otomatis. Hasilnya tersimpan di Google Docs dan diki
Telur kaya protein dan nutrisi, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kolesterol, kalori, hingga risiko gangguan kesehatan tertentu. Simak penjel
Pasar murah HUT RI ke-81 digelar di Stadion Handayani Gunungkidul dengan 6 ton bahan pokok dan harga di bawah pasaran.
The Script dipastikan kembali menggelar konser di Indonesia Arena Jakarta pada 3 April 2027. Tiket presale mulai Rp650.000 dan dijual mulai 21 Agustus 2026.
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda