Sungai Baron Telah Renggut 3 Nyawa

Ilustrasi kenaikan gelombang di Pantai Baron, Gunungkidul, DIY. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
20 Mei 2019 07:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim SAR Satlinmas Wilayah II DIY mencatat, sepanjang 2019 sudah ada tiga korban jiwa yang tenggelam di aliran sungai bawah tanah Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Selain meminta pengunjung untuk lebih berhati-hati, petugas juga memasang tanda bahaya di sekitar sungai.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan kasus kecelakaan di Sungai Baron terjadi Sabtu (18/5/2019) menimpa Yudi Prasetyo, warga Dusun Kepek, Desa Semin, Kecamatan Semin. Total hingga Mei ini sudah ada tiga korban meninggal dunia terseret arus di sungai itu.

Menurut dia, anggota SAR maupun sukarelawan sudah tidak bosan-bosannya memperingatkan pengunjung agar berhati-hati. Salah satu pemicu terjadinya kecelakaan tidak lepas adanya pulau di Pantai Baron yang terbentuk akibat aliran sungai bawah tanah yang mengalir ke arah timur. “Fenomena ini menjadi dayak tarik dan pengunjung ingin bermain di sana [di pulau yang terbentuk akibat terbelah aliran sungai bawah tanah] dengan menyeberangi aliran sungai,” kata Marjono kepada wartawan, Minggu (19/5/2019).

Ia menjelaskan daya tarik di Pantai Baron memiliki bahaya karena bisa menjadi pemicu kecelakaan karena kedalaman air mencapai empat meter dan adanya pusaran arus di tengah-tengah aliran sungai. “Orang mengira mudah menyeberangi sehingga pengunjung nekat berenang untuk sampai di pulau. Padahal itu bahaya dan sering menjadi penyebab kecelakaan yang berujung terjadinya korban jiwa,” katanya.

Marjono berharap kecelakaan laut yang terjadi Sabtu merupakan yang terakhir. Guna mengantisipasi kejadian sama terulang, anggota SAR Satlinmas memasang papan peringatan tentang kedalaman sungai bawah tanah. Selain itu, demi alasan keamanan, pengunjung juga disarankan menggunakan jasa perahu milik nelayan pada saat menyeberang. “Ini bukan promosi, tapi demi keselamatan. Pengunjung cukup bayar Rp10.000 sudah dapat layanan antar jemput,” katanya.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto, mengatakan kecalakaan yang menimpa Yudi Prasetyo, 21, warga Kepek RT 02/14, Desa Semin, Kecamatan Semin, terjadi saat korban bermain air di kawasan Pantai Baron. Saat berenang menuju pulau yang terbelah akibat aliran sungai, korban tidak kuat berenang dan akhirnya tenggelam. “Kami sudah berusaha memperingatkan tapi tidak dihiraukan. Setelah korban tenggelam, petugas mencoba menyelamatkannya tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan,” katanya.