Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Sebuah perahu mengangkut sejumlah tim pencari berangkat dari Pelabuhan Sadeng di Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo untuk menyisir dan mencari korban pemancing yang hilang di kawasan Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo. Selasa (13/1/2026). /Istimewa Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 1 Pelabuhan Sadeng.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya pencarian dua pemancing yang dilaporkan hilang di Tebing Grendan, kawasan Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Girisubo, terus dilakukan. Memasuki hari keempat, tim gabungan memperluas area pencarian hingga perairan Pacitan, Jawa Timur.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, mengatakan hingga Selasa (13/1/2026) pagi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sekitar 60 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat, laut, dan udara dengan bantuan drone.
Pencarian lewat laut dilakukan dengan menyisir perairan timur dari Pelabuhan Sadeng hingga sejauh sekitar 10 mil laut atau masuk wilayah Pacitan. Meski cakupan pencarian diperluas, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilanjutkan hingga hari ketujuh sesuai prosedur operasi standar.
Ia mengakui sudah menerjunkan personel gabungan sebanyak 60 orang untuk mencari lewat jalur darat, laut maupun memanfaatkan drone guna memantau dari udara. Bahkan, sambung Sunu, pencarian lewat laut juga sudah diperluas hingga masuk wilayah Pacitan, Jawa Timur.
“Hingga hari keempat [Selasa pagi] belum ada tanda-tanda korban ditemukan. Kami sudah mengerahkan perahu dari Pelabuhan Sadeng ke timur sejauh sepuluh mill [masuk Pacitan], tapi hasilnya masih nihil,” katanya.
Menurut dia, upaya pencarian akan terus dilakukan hingga hari ketujuh sejak korban dinyatakan hilang. “Kami tetap berupaya dan semoga pencarian bisa segera membuahkan hasil,” katanya.
Peristiwa hilangnya dua pemancing diketahui saat pemancing lain, Yohanes asal Kalurahan Giripanggung, Tepus menemukan peralatan pancing tergeletak dan sejumlah makanan ringan di Tebing Grendan, Sabtu sekitar pukul 06.30 WIB. Temuan ini langsung dilaporkan ke petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng.
Berdasarkan laporan ini, maka proses pencarian pun dilakukan. Upaya mencari tidak hanya dilakukan tim SAR, petugas polsek maupun koramil di Girisubo, tapi juga komunitas pemancing.
Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, korban hilang pertama bernama Wasgito,39, asal Kalurahan Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Adapun korban kedua merupakan teman Wasgito yang belum diketahui indentitasnya.
Sunu menjelaskan, hilangnya pemancing di Tebing Grendan di kawasan Pantai Wediombo bermula saat Wasgito janjian mancing bareng dengan Bagas,22, asal Kalurahan Condongcatur, Sleman. Keduanya datang ke lokasi mancing pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Disaat keduanya mancing, datang korban kedua yang merupakan teman dari Wasgito untuk ikut memancing,” katanya, Sabtu siang.
Dikarenakan cuaca hujan tanpa henti, sekiranya pukul 20.00 WIB, Bagas memutuskan pulang lebih dahulu karena basah kuyub dan kedinginan. Ia sempat menghubungi korban Wasgito untuk pamitan pulang melalui WA, tapi hanya centang satu didalam pesan pemberitahuan.
“Barulah keesokan harinya [Sabtu pagi] Bagas mengetahui kalau temannya hilang saat memancing lewat WA grup komunitas mancing,” katanya.
Kapolsek Girisubo, AKP Agus Supriyanta mengatakan, sudah ada upaya menemukan korban, tapi belum membuahkan hasil. Selain mengamankan alat pancing, tim juga menemukan satu unit sepeda motor yang diduga milik korban.
Ia mengimbau kepada para pemancing maupun pengunjung wisata untuk berhati-hati. Terlebih lagi dalam beberapa hari terakhir cuaca kurang mendukung karena sering turun hujan.
“Kehati-hatian sebagai upaya untuk mengurangi risiko dari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Peristiwa hilangnya dua pemancing ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terlebih dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Aparat kepolisian dan tim SAR mengimbau pemancing serta wisatawan untuk memperhatikan faktor keselamatan guna meminimalkan risiko kecelakaan laut di wilayah Pantai Wediombo dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.