Puasa, Permintaan Kantong Darah Tinggi

Ilustrasi Donor darah - JIBI
22 Mei 2019 22:02 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Permintaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo tinggi di masa puasa Ramadan ini. Dari awal bulan puasa, PMI mencatat sudah menghabiskan 200 kantong guna memenuhi kebutuhan darah.

Koordinator Teknis PMI Kulonprogo Ingusdi Didi Gautama menuturkan rata-rata dalam sebulan penuh habisnya 300 kantong. Namun, catatan itu naik drastis selama puasa ini. Sampai-sampai, stok darah PMI sekarang ini tinggal 70 kantong.

“Di awal puasa ada yang membutuhkan trombosit. Ada yang DB [demam berdarah], panas dalam, juga digigit ular,” ungkapnya, Rabu (22/5/2019). Didi mengatakan kebutuhan tiap orangnya bisa enam sampai 24 kantong darah.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, PMI rutin jemput bola donor darah. Di bulan puasa, berbeda dengan bulan biasa, PMI lebih mengandalkan donor darah dari masyarakat nonmuslim yang tidak berpuasa atau menggelar donor darah di malam hari.

Seperti juga donor darah yang digelar PMI Kulonprogo pada awal bulan puasa di Gereja Samigaluh dan Kalibawang. Selain di gereja, PMI turut menggelar donor darah vihara dan beberapa instansi serta perusahaan.

Apabila umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa dan mau mendonorkan darahnya, maka terlebih dahulu diperiksa tensinya. Apabila tensinya memungkinkan untuk donor maka siang hari pun tidak masalah. Namun, apabila tensinya tidak memungkinkan, maka pihaknya menyarankan agar donor darah dilakukan malam hari setelah buka puasa.

Didi memaparkan stok untuk setengah bulan ke depan dianggap aman dan mencukupi. Selain mengandalkan adanya jemput bola donor darah ke beberapa lokasi, PMI bisa menghubungi daftar pendonor. “Kalau stok mepet, akan dikirimi pesan elektronik ke seluruh pendonor di Kulonprogo. Dipersilakan untuk donor,” ucapnya.