APBD Perubahan Gunungkidul: Transfer Turun, PAD Dinaikkan
APBD Perubahan Gunungkidul 2026 mulai dibahas. Pendapatan turun Rp50,65 miliar, sementara PAD dinaikkan untuk menutupinya.
Ilustrasi kekeringan/Reuters-Jose Cabezas
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Ploso, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, memanfaatkan air yang bersumber dari pipa distribusi milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani yang bocor untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Desa Tileng merupakan salah wilayah yang menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau.
Salah seorang warga, Westini, 40, mengatakan desanya mulai terdampak kemarau. Saat ini stok persediaan air dari bak penampung air hujan telah menipis. Guna mencukupi kebutuhan, warga terpaksa membeli air dari pedagang swasta. “Harga satu tangkinya di kisaran Rp110.000-Rp140.000. Harga ini juga tergantung dengan kondisi medan serta jarak yang ditempuh. Semakin sulit medan yang dilalui truk tangki, maka harga semakin mahal,” katanya kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).
Menurut dia, di wilayahnya tidak ada sumber air sehingga saat musim kemarau warga kesulitan mendapatkan air bersih. Guna mencukupi kebutuhan ini, selain membeli dari pedagang warga juga memanfaatkan bocornya instalasi pipa PDAM yang terpasang di jalan kabupaten menuju Kecamatan Girisubo. “Daripada terbuang percuma, mending ditampung dalam sebuah kaleng dan setelah penuh dimasukkan ke ember atau jeriken untuk dibawa pulang,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Iswayanto, warga lain di Dusun Ploso. Menurut dia, bocornya jaringan pipa PDAM sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. “Saya sudah ambil air dari pipa yang bocor sejak satu bulan terakhir. Lumayan, meski harus mengantre, air yang terkumpul dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Menurut dia, setiap harinya banyak warga yang mengatre untuk mengumpulkan air dari pipa distribusi PDAM yang bocor. “Ada puluhan warga yang memanfaatkan air tersebut karena warga yang datang terus bergantian,” katanya.
Terkait dengan bencana kekeringan yang terjadi, Iswayanto berharap kepada pemerintah agar ada solusi sehingga wilayahnya bisa terbebas dari masalah krisis air. “Sekarang belum ada solusi karena warga masih kesulitan mendapatkan air, khususnya pada saat kemarau,” katanya.
Direktur Umum PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibrianto, belum bisa dikonfirmasi terkait dengan kebocoran pipa di wilayah Desa Tileng karena yang bersangkutan tengah menjalankan ibadah umrah. “Bapak sedang umrah,” kata salah seorang staf PDAM Tirta Handayani yang enggan disebutkan namanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD Perubahan Gunungkidul 2026 mulai dibahas. Pendapatan turun Rp50,65 miliar, sementara PAD dinaikkan untuk menutupinya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih komunikasi dan pembersihan untuk menekan vandalisme serta sampah visual di sejumlah lokasi.
PM Inggris Andy Burnham menegaskan tak akan diam atas penderitaan Palestina dan ancaman terhadap solusi dua negara.
Daftar promo September 9.9 2026, mulai diskon makanan, Traveloka, Lawson, Superindo hingga promo Bank BNI.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menggandeng PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII untuk memperkuat pembiayaan
Polda Lampung memperkuat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.