Jadi Langganan Kekeringan, Warga Desa Ini Berebut Air dari Pipa PDAM yang Bocor

Ilustrasi kekeringan - Reuters/Jose Cabezas
19 Juni 2019 21:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Ploso, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, memanfaatkan air yang bersumber dari pipa distribusi milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani yang bocor untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Desa Tileng merupakan salah wilayah yang menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau.

Salah seorang warga, Westini, 40, mengatakan desanya mulai terdampak kemarau. Saat ini stok persediaan air dari bak penampung air hujan telah menipis. Guna mencukupi kebutuhan, warga terpaksa membeli air dari pedagang swasta. “Harga satu tangkinya di kisaran Rp110.000-Rp140.000. Harga ini juga tergantung dengan kondisi medan serta jarak yang ditempuh. Semakin sulit medan yang dilalui truk tangki, maka harga semakin mahal,” katanya kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).

Menurut dia, di wilayahnya tidak ada sumber air sehingga saat musim kemarau warga kesulitan mendapatkan air bersih. Guna mencukupi kebutuhan ini, selain membeli dari pedagang warga juga memanfaatkan bocornya instalasi pipa PDAM yang terpasang di jalan kabupaten menuju Kecamatan Girisubo. “Daripada terbuang percuma, mending ditampung dalam sebuah kaleng dan setelah penuh dimasukkan ke ember atau jeriken untuk dibawa pulang,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Iswayanto, warga lain di Dusun Ploso. Menurut dia, bocornya jaringan pipa PDAM sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. “Saya sudah ambil air dari pipa yang bocor sejak satu bulan terakhir. Lumayan, meski harus mengantre, air yang terkumpul dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Menurut dia, setiap harinya banyak warga yang mengatre untuk mengumpulkan air dari pipa distribusi PDAM yang bocor. “Ada puluhan warga yang memanfaatkan air tersebut karena warga yang datang terus bergantian,” katanya.

Terkait dengan bencana kekeringan yang terjadi, Iswayanto berharap kepada pemerintah agar ada solusi sehingga wilayahnya bisa terbebas dari masalah krisis air. “Sekarang belum ada solusi karena warga masih kesulitan mendapatkan air, khususnya pada saat kemarau,” katanya.

Direktur Umum PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibrianto, belum bisa dikonfirmasi terkait dengan kebocoran pipa di wilayah Desa Tileng karena yang bersangkutan tengah menjalankan ibadah umrah. “Bapak sedang umrah,” kata salah seorang staf PDAM Tirta Handayani yang enggan disebutkan namanya.