Pariwisata Gunungkidul Berkembang, Ratusan Sekolah Mulai Terapkan Pelajaran Membatik

Ilustrasi siswi SD membatik. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
02 Juli 2019 20:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memastikan pelajaran membatik masuk dalam pelajaran muatan lokal (mulok) di tingkat SD dan SMP.

Berdasarkan data Disdikpora Gunungkidul, terdapat 40 SD yang siap menjalankan mulok membatik. Sementara, di tingkat SMP terdapat 111 sekolah yang siap menerapkan mulok membatik.

Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Sudya Marsita mengatakan mulai tahun ajaran 2019/2020 pelajaran membatik sudah berjalan. Hal tersebut merujuk pada Surat Keputusan (SK) Bupati Gunungkidul No.197/2017 tentang Penetapan Muatan Lokal.

“Itu dasarnya,” ucapnya kepada Harian Jogja, Selasa (2/7/2019).

Menurut Sudya, pelajaran mulok membatik baru dijalankan pada tahun ini lantaran sekolah-sekolah membutuhkan waktu untuk menyiapkan alat penunjang mulok tersebut. “Kalau dimasukkan tapi alatnya belum ada tidak jalan,” ujarnya.

Pelajaran membatik sangat penting guna melestarikan batik di Bumi Handayani. Ia berharap generasi pembatik yang dulu sudah tidak ada, bisa diteruskan oleh generasi muda.

“Syukur batik bisa menjadi life skill mereka di masa depan,” ujar dia.

Berkembangnya pariwisata di Gunungkidul membuat pemerintah kabupaten mengeluarkan SK ihwal pelajaran membatik untuk menunjang pariwisata. Disdikpora Gunungkidul menilai mulok membatik dapat dilanjutkan hingga ke jenjang SMA.

“Disdikpora DIY kalau bisa gayung menyiapkan mulok membatik bagi murid SMA,” ujar dia. (Rahmat Jiwandono)