Film PIYE TO KIH? Angkat Kisah Cinta Beda Alam dan Pesan Memantaskan Diri
Film PIYE TO KIH? memadukan kisah cinta beda alam, komedi, dan budaya Jawa dengan pesan tentang kejujuran serta memantaskan diri.
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Polsek Girimulyo di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Jumat (28/6/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA-- Musim kemarau 2019 ini menyebabkan sejumlah titik mengalami krisis air bersih, seperti di Gunungkidul dan Bantul. Droping air bersih sampai saat ini masih bisa ditangani Pemerintah Kabupaten.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan warga di sejumlah titik terus mengajukan permintaan air bersih. Droping air untuk memenuhi kebutuhan warga yang dilanda krisis air hingga kini belum mengalami kendala. "Sampai saat ini Kabupaten masih mampu menangani kebutuhan atau permintaan droping air warganya," kata Biwara kepada Harian Jogja, Kamis (4/7/2019).
Dari sejumlah wilayah yang mengajukan dropping air, paling banyak berasal dari daerah Gunungkidul. Hingga Kamis kemarin, tercatat permintaan air bersih berasal dari delapan kecamatan. Pemkab Gunungkidul pun menyalurkan sebanyak 360 tanki air. "Droping air paling banyak di dua kecamatan. Sebanyak 300 tangki, dikirim untuk Girisubo 200 tangki dan Rongkop 100 tangki. Sisanya kecamatan lainnya yang mengajukan droping," katanya.
Adapun di wilayah Bantul, Biwara mengatakan dropping air bersih dilakukan di empat kecamatan. Meliputi, Kecamatan Pleret, Dlingo, Piyungan dan Pandak. "Ada 10 dusun di empat kalurahan berbeda. Sampan saat ini dilaporkan BPBD Bantul sudah mendroping sebanyak 10 tangki air," katanya.
Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan air bersih. Pasalnya, Pemda DIY menyiapkan 500 tangki untuk memenuhi permintaan air bersih warga selama bencana kekeringan berlangsung. "Satu tangki kapasitasnya 5.000 liter. Sudah disiapkan oleh Dinsos. Kami, juga siap dengan tiga armada tangki bila diperlukan," katanya.
Selain itu, BPBD juga membuka layanan bantuan (help desk) untuk dropping air ini. Ini merupakan pelayanan bagi warga, instansi atau komunitas yang akan membantu droping air ke daerah-daerah yang membutuhkan. BPBD Kabupaten, lanjutnya, terus mendata kebutuhan air dan koordinasi dengan kecamatan. "Permintaan droping akan mengikuti kondisi ketersediaan air warga. Semakin lama berlangsung hari tanpa hujan, diprediksi permintaan akan meningkat," katanya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Untung Sukaryadi mengatakan hingga kini permintaan droping air masih belum ada lonjakan. Untung mengaku Pemda siap untuk menggelontorkan dana bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. "Yang namanya bencana kemanusiaan, kami selalu siap. Tapi sampai saat ini permintaan droping air masih wajar," katanya.
Dhony Kristanto, Ketua FK Tagana DIY mengatakan Tagana DIY menyiapkan setidaknya 750 tangki air bersih yang dialokasikan dari APBD DIY. Jumlah tangki yang disediakan, kata Dhony, disiapkan untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat di lokasi kekeringan. "Kami konsentrasi untuk proses Pendistribusian Juli dan Agustus. Masing-masing 375 tangki SEtiap bulannya," kata Dhony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film PIYE TO KIH? memadukan kisah cinta beda alam, komedi, dan budaya Jawa dengan pesan tentang kejujuran serta memantaskan diri.
Cisdi mendesak kenaikan cukai rokok 50%. Riset memperkirakan output ekonomi naik Rp315,1 triliun dan 1,14 juta lapangan kerja tercipta.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mundur dari Hylo Open 2026 setelah Daniel mengalami nyeri lutut kiri saat latihan.